Ticker

6/recent/ticker-posts

Musrenbang, Kelurahan Situ Gede Usulkan 5 Rencana Aksi


KABARPOSNEWS.CO.ID.KOTA BOGOR - Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor yang digelar di Kampung Jawa RW. 9 mengusulkan lima rencana aksi.

Rencana aksi tersebut dipaparkan Lurah Situ Gede, Kartini Wulandari. Diantaranya, pembenahan kawasan Situ Panjang, pembentukan kelompok tani dan peternakan, prioritas pembangunan program RTLH dan pelatihan keterampilan serta pengelolaan bank sampah.
 
Dia menjelaskan, Kelurahan Situ Gede merupakan kelurahan satu-satunya di Kota Bogor yang memiliki potensi alam yang cantik dan luar biasa, yakni dengan adanya Situ Leutik, Situ Gede dan Setu Panjang.

"Situ Gede Insya Allah tahun depan akan ada pembangunan, tapi untuk Setu panjang belum terjamah. Untuk itu kami usulkan," katanya.

Pihaknya berharap potensi alam yang di wilayah Situ Gede bisa dikembangkan dengan tujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Sesuai dengan tema musrenbang kali ini, dimana penguatan daya saing daerah melalui percepatan pemulihan ekonomi berbasis potensi lokal. Itulah potensi yang kami punya, juga masih ada hamparan sawah dan pertanian yang masih bisa dimaksimalkan," paparnya.

Terkait dengan profil RW 9, Lurah Situ Gede menjelaskan, secara garis besar khususnya di Kampung Jawa memiliki luas sekitar 20 hektar, 300 KK yang setengahnya adalah warga miskin yang datanya sudah masuk di DTKS. 

"Permasalahan disini masih banyak temui sampah, pemulihan ekonomi masyarakat, masalah sosial kemasyarakatan terkait dengan keamanan dan pembinaan pemuda/ pemudi," tuturnya.

Untuk itu ia memohon dukungan semua agar rencana aksi yang telah disusun dapat direalisasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya menegaskan bahwa APBD harus kembali ke rakyat dan dapat dirasakan manfaatnya.

Rencana Benah Kampung akan dilaksanakan tahun depan, sebagaimana janji kampanyenya bahwa pembangunan itu tidak hanya di pusat kota, tetapi harus dirasakan di wilayah.

"Jadi, Benah Kampung ini Insya Allah tahun depan bapak-ibu. Kabar bagus pak wali kira-kira anggaran berapa, saya bilang minimal Rp 1 Miliar, itu Insya Allah kita rencanakan sama bu camat, bu lurah dan anggota DPRD," katanya.

Jika nanti sudah dianggarkan dia meminta agar warga mendukung. Jika tidak didukung, maka tidak akan terealisasi.

"Jadi bukan hanya infrastruktur, tapi kulturnya juga perlu bapak-ibu, lebih bersih pengelolaan sampahnya, UMKMnya maju dan lain-lain," katanya. (Prokompim)
Editor : Redaksi