Ticker

6/recent/ticker-posts

Dedie Rachim Tinjau Kelompok Tani Berbasis Santri ABN Farm

Kabarposnews.co.id.Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kota Bogor Anas Rasmana meninjau penanaman perdana sayuran hidroponik di Green House Abdullah Bin Nuh (ABN Farm), Pondok Pesantren Al Ghazaly, Taman Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (16/12/2020).

Dalam kegiatan yang didukung Bank Indonesia (BI) ini, Pimpinan Ponpes Al Ghazaly Ustadz Turmudi Hudri mengatakan bahwa tujuan dibentuknya ABN Farm ini adalah untuk menumbuhkan kemandirian pangan yang berimbas kepada perekonomian yang nantinya bisa digunakan untuk kegiatan para santri.

"Alhamdulillah kami bersyukur kepada Allah, Bank Indonesia sudah memfasilitasi bersama teman-teman yang ada ini akan sangat membantu perekonomian ke depan dan nanti ini juga bisa menjadi satu pembelajaran santri sehingga bisa menambah kemampuan atau skill para santri," ujar Turmudi.

Ia menambahkan, penanaman perdana tersebut dimulai dari proses penyemaian dengan menanam bibit dengan menggunakan media tanam rockwool. Setelah kurang lebih enam sampai 10 hari, bibit tersebut mulai tumbuh sekitar satu hingga dua centi meter.

"Kelompok tani Abdullah Bin Nuh Farm atau ABN Farm merupakan kelompok tani berbasis santri di Pondok Pesantren Al Ghazaly Kota Bogor. Sejak tahun 2019 pondok pesantren Al Ghazaly mengajukan proposal untuk membuat green house untuk menjalankan sistem pertanian hidroponik. Inisiasi itu pun kemudian disambut baik oleh Bank Indonesia yang memberikan bantuan ke green house ini," ujar Turmudi.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Anas Rasmana mengatakan bahwa pihak saat ini terus mendorong produksi sayuran dan produk pertanian lainnya sebagai program Bogor Berkebun.

Anas melanjutkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dengan memberikan penyuluhan pertanian. Ke depan, pihaknya juga mendorong agar ABN Farm bisa memperluas sektor yang digeluti selain berkebun, yakni beternak kambing, ayam atau ikan. "Nanti kami support lagi bantuan pendampingan dan pelatihannya dan tentu bantu bibit-bibit yang dibutuhkan," kata Anas.

Dengan kegiatan ini, kata Anas, masyarakat bisa melakukan pemenuhan pangannya sendiri sehingga nantinya jika ada dalam situasi darurat, pangan tidak akan terdampak. Selain itu juga program Bogor Berkebun bisa menciptakan lapangan kerja baru yang memberikan nilai ekonomi baru. 

Bahkan Anas menyebut sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan beberapa instansi untuk pemasaran produk kelompok tani di Kota Bogor, seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) dan Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Menanggapi hal itu, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir mengatakan bahwa saat ini permintaan sayur organik terus meningkat. Meski harga sayur organik masih lebih mahal dari sayur biasa, kata dia, namun beberapa pedagang di dalam pasar sudah ada yang menjual sayuran organik.

"Permintaan sayur organik juga tinggi. Kita juga punya Kujang Fresh (aplikasi online menjual kebutuhan harian). Jadi ini juga memungkinkan untuk dipasarkan di Kujang Fresh karena kita ada segmen yang menjual barang sayur mayur lebih mahal tapi kualitas juga bisa terjamin," katanya. (Prokompim)
Editor : Redaksi