Ticker

6/recent/ticker-posts

Catatan kematian MH.Thamrin dari putri kesayangannya


Oleh : Azis Khafia


Kabarposnesw.co id - Semasa masih aktif mengelar Pemantasan drama Tonil berlakon "MH.Thamrin Pembela Rakyat" karya Firman Moentaco, saya sering diskusi dengan Dee Jubaedah Dimyati Thamrin (Bu Detjee) anak angkat semata wayang MH.Tahmrin, Diskusi untuk mensukseskan Pagelaran tersebut di 5 wilayah kota yang didukung oleh Gubernur Suryadi Sudirja, diantara episode diskusi di Kelapa dua (kediaman bu Detjee) adalah koreksi tentang babak kematian MH.Thamrin, berikut penururannya ; 

"Papi memang sedang ga enak badan zis awal-awal januari itu, seperti biasa Entong yang biasa bantu bantu di rumah menghubungi pak Muchtar Prabunegara untuk mengecek kondisi papi, tapi selang beberapa hari kemudian rumah kami digerebek oleh  polisi Belanda (PID) dengan alasan keamanan, inilah masa-masa kritis, ketika suhu badan papi makin meninggi, kami sekeluarga minta dihubungi dokter pribadi keluarga, tapi PID menolak dan mereka mendatang dokter (PID) yang tidak kami kenal sama sekali, menjelang tengah malam bapak disuntik oleh PID dalam penjagaan ketat malam itu, kami hanya bisa menunggu diluar kamar, dengan harapan papi makin membaik, tapi takdir berkata lain, menjelang subuh papi keningnya berkeringat dan menghembuskan nafas terakhir, minggu pagi 11 Januari 1941 papi meninggalkan kami semua."

Berita kematian MH Thamrin  tersiar sampai ke pelosok kampung, ribuan pelayat menyemut ke kampung Sawah besar, mulai dari petani, kang kebon,tuan guru, kang delman,politisi semua menyatu dalam duka, sosok anak Betawi, yang suaranya santer tereak "Indonesia berparlemen !. MH.Thamrin adalah inspirasi dari Betawi untuk Indonesia.