Ticker

6/recent/ticker-posts

HUMAS RSUD KOTA BOGOR KLARIFIKASI TERTUKARNYA JENAZAH COVID 19

KABARPOSNEWS.CO.ID.KOTA BOGOR - Ramai menjadi perbincangan dan sempat Viral diberbagai pemberitaan di media tentang tertukar nya jenazah pasien covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr.H. Ilham Chaidir melakukan keterangan bantahan dengan adanya jenazah tertukar dengan berbeda kelamin saat akan dilakukan pemulasaraan.

Kepala Bagian (Kabag) Humas RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat menjelaskan kronologi  dihadapan para awak media, dirinya mengklarifikasi serta menyampaikan tentang awal kejadian peristiwa tersebut, bahwa pihak keluarga pasien terus mendesak agar pihak RSUD Kota Bogor mengizinkan jenazah sang ibu untuk dilihat terakhir kalinya dengan alasan, untuk memastikan jenazah yang ada di dalam peti adalah ibunya atau bukan.

“Tapi, setelah saya memberikan penjelasan selama kurang lebih 1 (satu) jam kepada pihak keluarga, dan mengizinkan untuk melihat jenazah ibunya, alangkah kagetnya keluarga, ternyata jenazah yang berada di dalam peti bukanlah almarhum ibunya,” papar Taufik, Selasa (05/01/21).

Taufik juga menegaskan, bahwa jenazah tersebut tidak tertukar dengan jenis kelamin yang berbeda, jenis kelaminnya sama cuma memang itu bukan Ibu (WWT), akan tetapi itu adalah Ibu (IC) yang sama-sama pasien Covid-19.

Taufik menambahkan bahwa pada saat itu, petugas pemulasaraan yang datang ke ruang perawatan, mengambil jenazah dan membawanya ke ruangan forensik.

“Hari itu saya tidak tahu apa yang terjadi sehingga petugas pemulasaraan langsung membawa jenazah ke ruangan forensik. Ini yang kemudian menimbulkan dugaan dari pihak keluarga ada jenazah yang tertukar dengan jenazah laki-laki. Padahal itu jenazah perempuan, yakni Ibu (IC),” jelasnya.

Dalam hal ini, pihak RSUD mengakui adanya kelalaian dari pihak RSUD dibagian pemulasaran kurang koordinasi atau human error. “Akhirnya kami coba perbaiki, kami ikuti tuntutan dari pihak keluarga. Saya dampingi pihak keluarga sampai ke ruangan isolasi batu tulis bagian belakang rumah sakit, dengan petugas bagian pemulasaraan dua orang. Kemudian dua petugas pemakaman ini mencari jenazah atas nama Ibu (WWT),” terang Taufik.

Taufik menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tertukarnya salah satu jenazah pasien Covid-19 dengan jenazah lain yang dialami oleh keluarga, warga Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor tersebut.

“Pihak rumah sakit sudah meminta maaf kepada pihak keluarga secara langsung. Bahkan, saya juga mendampingi proses pemakaman dan mendatangi rumah duka serta saya sudah menjelaskan ke pihak keluarga tentang ketidaknyamanan pelayanannya dan meminta maaf atas nama RSUD apabila ada hal-hal yang tidak berkenan,” tutur Taufik. 
(DR)
Editor : Redaksi