Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : SEGITIGA EMAS


Kabarposnews.co.id.Opini - Perekonomian dunia pasca Perang Dunia I berlanjut hingga Perang Dunia II, bertumbuhnya industri manufaktur, pasar komoditas dan pasar keuangan dunia saat ini, hingga membuat kejayaan negara-negara utara ( Eropa & AS) dengan ATLANTIC CHARTER nya adalah semata-mata untuk melindungi segitiga emas TRANSATLANTIC TRIANGLE . 

Jalur perdagangan komoditas dengan nilai tambah produk dan bernilai sangat tinggi. Era ketika Silk Road dipotong kompas oleh jalur PEARL OF STRING nya AS pasca Perang Dunia II dengan minyak timur tengah yang menjadi darling commodity. 

Segitiga mas perdagangan penuh dengan komoditas bernilai tinggi yang mengubah pola hidup manusia. Lahirnya 7 sisters, UN, World Bank dan Sistem Keuangan: fiskal & moneter yang kita kenal hari ini. 

Dari garam, rempah, kopi, teh, kakao, hingga senjata dan Budak Manusia.  Di era pasca perang dunia II, komoditasnya beralih ke O&G (Migas), Food & Beverage. Jangan heran, kalau Presiden Donald Trump untuk 'menegur keras' Prancis agar tetap mau sejalan dengan AS, cukup kenakan kebijakan tarif untuk produk Wine Prancis. Langsung goyah deh masyarakat menengah nya dan mulai sibuk proyes ke Pemerintahnya. Efektifkan? 

Iya, tidak salah...budak menjadi salah satu komoditas perdagangan untuk pekerja kebun. Jadi cerita orang-orang Jawa di Suriname, Goa, Cape Town dan beberapa negara lain di Benua Afrika, bisa dilihat dari sisi ini. Perdagangan manusia sebagai budak menjadi hal yang sangat menjajikan ketika komoditas HVA (high value agriculture) saat itu: Gula, Teh dan Tembakau sedang booming. 

Di Jawa, ini era VoC dan Kerajaan Mataram pasca Geger Sepehi. Inggris sudah terusir.  Dengan Kraton Yogyakarta dan Pura Mangkunegaran menjadi mitra Kerajaan Belanda mengembangkan Industri Gula dan Teh. Dan jalur perdagangannya menggunakan jalur yang dirintis Vasco de Gama melintasi South Atlantic Gyre. 

Naaaaah, Belanda melejit setelah tahun 1611, Captain Hendrik Brouwer berhasil menemukan jalur singkat melewati Samudera Hindia yang disebut dengan DUTCH BROUWER ROUTE. Sehingga VoC dan mitra dagangnya mulai merangsek menjadi penguasa gula, teh dan tembakau. Dimana dari jalur ini...komoditas Teh menjadi pemicu terbentuknya suatu bangsa bernama  USA melalui Peristiwa Boston Tea Party. Pedagang China bermitra dengan VoC melakukan penyelundupan teh di Pelabuhan Boston yang membuat daerah kekuasaan Inggris, dimana Inggris menetapkan pajak teh tinggi ini tak berdaya. Tak perlu dar der dor kan...cukup menggunakan strategi cukai saja toh. Tuuuuh....Inggris tetap kehilangan koloni yang bernama America kan.

Okay, biar gak dibilang gagal move on. Secara saya sudah banyak statusin hal ini yak, dari Ancient Silk Road sampai Geger Sepehi & Voorstenladen di Pulau Jawa. Sejak 2012 ini, segitiga emas TRANSATLANTIC TRIANGLE dengan Atlantic Chapter sebagai pendukungnya dalam bentuk UE goyah. 

Terlebih ketika peristiwa Brexit terjadi. Karena UK yang paham alur perdagangan ini, kini akan kembali fokus ke Jalur Merah ( SOUTH ATLANTIC GYRE --Vasco de Gama) kombinasi dengan Jalur Biru Muda (DUTCH BROUWER ROUTE). Dimana kombinasi dua jalur itu....kini merupakan jalur yang dikembangkan oleh CHINA dengan MARITIME SILK ROAD. Dan keduanya merupakan lintasan PEACE CABLE PROJECT yang dikembangkan Inggris dan China melalui HUAWEI.

Naaaaah, paham kan kenapa China berinvestasi besar-besaran di Afrika, Asia Selatan & Kawasan Pasifik. Kini berkolaborasi dengan Inggris juga dengan mega proyek....DAXING AEROTROPOLIS yang akan beroperasi September mendatang.

Naaaah, belajar dari alur-alur perdagangan tersebut. Kelihatan jelas kan...wilayah Indonesia mana yang Matahari akan bersinar terang. Kepulauan Indonesia wilayah Timur....dimana dua titik perdagangan saling berkelindan. Warna Merah & Warna Kuning ( SPANISH MANILA GALLEONS ) via Bitung, Sulawesi Utara dan Elat, Maluku sebagai super hub nya. Naaaah....hal ini pun yang seharusnya dipahami para pembuat kebijakan kan. Akan komoditas apa saja yang sebaiknya dikembangkan untuk mengurangi defisit anggaran berjalan kita misalnya. 

Mana-mana komoditas yang bisa kita dorong dengan tentunya melibatkan manufaktur untuk nilai tambah bagi Indonesia. Ada yang bisa dilakukan cepat lhoooo dengan memperbaiki Global Value Chain kita. Ya tentu aja sih...jelas bukan business as usual. Dan tidak keluar bahan mentah lagi 😅

Oya, Jalur Spanish Manila Galleons ini salah satu cabangnya interkonektifitasnya adalah Jalur Kopra yang dikembangkan Indonesia Timur sehingga saat itu wilayah Sulawesi, NTT, Maluku mampu mandiri hingga masa Kawilarang. Ini lah dasar Alur Laut Kepulauan Indonesia II & III dikembangkan. Terkejut? Jangaaaaaaan....tapi segera begegas pahami wilayah kita masing-masing toh. 

Daripada cuman teriak-teriak osang aseng. Diserobot TKA China dan nana nina lainnya. Tapi diajak balik ke daerah, kembangkan wilayah...bilangnya pilih di Jawa. Segalanya ada. Aaaah, susah dah!

Dah ah...nyinyirnya. Semua sudah semakin mendekat ke titik 0 perdagangan di Nusantara...di Timur Matahari. Welcome the new era gaaaaeeeeeessssss 😂🤟🤘

Arum K
OPINI