Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemdes Tari Kolot Kembalikan 17 Jt Sisa Bantuan Provinsi Pada Bank BJB

Bogor, kabarpos - Pemerintah Desa (Pemdes) Tari Kolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, tak lama ini mengembalikan sisa uang dari Bantuan pemerintah Provinsi (Banprov) Jawa Barat yang tak tersalurkan, anggaran tahun 2020 sekitar 17 Juta kepihak Bank BJB.

Kepada pewarta kabarpos Kaur Perencanaan Desa Tari Kolot Ahmad Afandi berujar,"Anggaran 17 juta yang di retur (dikembalikan) itu, sisa dari Banprov yang tak tersalurkan, karena sampai batas akhir waktu penyaluran yang bersangkutan tidak ada dan tak datang ke Desa", ungkapnya dikantor Desa, Kamis (07/01/2021).

Selanjutnya Kaur perencanaan ini menerangkan terkait Bantuan Sosial (Bansos) dari sumber mana saja yang sudah direalisasikan oleh pihaknya kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Alhamdulilah kita sudah menyampaikan amanat pemerintah Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat yang terdampak seperti, Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) sudah sampai tahap 9 kepada 163 Keluarga Penerima Manfa'at (KPM) untuk tahap satu sampai tiga/KPM menerima sebesar Rp.600.000.00. berturut-turut.Kemudian Banprov 277 KPM, Bantuan Bupati (Banbup) Bogor Ade Yasin, 213 KPM.Selanjutnya Bantuan Presiden (Banpres) dan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Adapun jumlah warga yang mendapat Bansos ini, sebanyak 20.69 (DUA RIBU ENAM PULUH SEMBILAN) Kepala Keluarga (KK), dari 20 Ribu KK jumlah keseluruhan Masyarakat Desa Tari Kolot.Meski masih minim jumlah warga yang tersentuh, namun kita tetap bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan sehingga beban masyarakat dimasa pandemi ini menjadi ringan, tutur Ahmad.

"Terkait mekanisme penyaluran BLT-DD tahap tujuh sampai sembilan, disalurkan di Kantor Desa, tentu dengan protokol kesehatan covid-19.Dari tahap satu sampai enam dibagikan secara door to door sembari ngecek dia layak atau tidak", tegasnya.

Ahmad Afandi berharap,"semoga badai corona ini secepatnya berlalu, selaku pemdes merasa hiba melihat warga menderita karena dampak covid-19 ini.Mudah-mudahan mereka bisa menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, ini ujian buat kita semua, insya Allah ada hikmah disebalik musibah ini", tutup Ahmad mengakhiri perbincangan (Rossa).,
Editor : Redaksi