Ticker

6/recent/ticker-posts

Hari Pertama Ganjil-Genap Kota Bogor, Mobilitas Warga Terpantau Berkurang


Hari pertama penerapan ganjil genap di Kota Bogor dinilai mampu mengurangi 40-50 persen mobilitas warga. Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya usai meninjau penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan di sejumlah titik di Kota Bogor, Sabtu (6/2/2021) malam.

Bima Arya menjelaskan berkurangnya mobilitas warga di Kota Bogor terlihat dari dari jumlah kendaraan yang masuk dari Exit Tol Baranangsiang serta titik-titik yang biasanya padat tampak cair, terutama di pusat kota.

“Pantauan kami Kota Bogor lebih lenggang dibanding Sabtu pekan sebelumnya. Data dari pintu Tol Baranangsiang misalnya, pada Sabtu lalu (30/1/2021) sampai jam 12 siang ada 11.000-an kendaraan yang masuk. Tetapi Sabtu hari ini, sampai jam yang sama masuk 8.000-an kendaraan. Berarti berkurang sekitar 30 persen,” ungkap Bima. 

“Di pos penyekatan exit Tol Baranangsiang, petugas juga mencatat ada sekitar 40 persen kendaraan yang dipersilahkan putar balik. Umumnya mereka bisa menerima karena memang hanya jalan-jalan dan lain sebagainya. Tetapi apabila ada tujuan yang jelas, kita persilahkan untuk melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Secara umum, kata Bima, di semua titik penyekatan dan checkpoint terlihat sekitar 80 persen warga atau pengendara sudah patuh terhadap aturan ganjil genap. 

“Jadi, secara keseluruhan ganjil genap ini telah mengurangi kepadatan, dan juga arus yang masuk ke Kota Bogor ataupun di dalam Kota Bogor. Terima kasih kepada warga yang sudah menyesuaikan untuk tidak masuk atau berkendara, kecuali warga punya alasan yang jelas, bertugas, dinas, maupun pelayanan publik. Kami mohon pengertiannya dulu, untuk kebaikan semua agar kasus positif ini bisa kita tekan semaksimal mungkin,” jelas Bima.

Menurut Bima, tujuan ganjil genap ini untuk mengurangi mobilitas warga dan untuk menekan penularan Covid-19. “Mobilitas warga sudah bisa ditekan di akhir minggu ini. Tetapi untuk yang menekan penularan, kita masih harus lihat minggu depan. Minggu depan nanti kita pelajari tren kasusnya, kluster-klusternya, apakah kemudian ada hubungannya dengan usaha kami menekan mobilitas di akhir pekan. Tentunya keberhasilan ini akan dikaitkan dengan angka-angka kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, yang baru bisa terlihat paling cepat seminggu atau dua minggu ke depan,” bebernya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, cara bertindak kepolisian dalam penerapan ganjil genap ini dilakukan dalam dua cara, yakni statis dan dinamis.

“Statis dengan menempatkan petugas di titik-titik pos penyekatan atau checkpoint. Ada juga yang dinamis atau mobile, apabila petugas mobile ini menemukan plat nomor ganjil di tanggal genap atau sebaliknya, maka kami akan lakukan penindakan. Ini tidak ada tilang, tetapi kami akan menerapkan sanksi pelanggaran untuk prokes,” jelas Susatyo.

Ia juga menilai penerapan ganjil genap sejauh ini berjalan cukup efektif dalam mengurangi mobilitas warga. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan evaluasi secara berkala untuk memperbaiki yang masih dirasa kurang. 

"Tentunya ada evaluasi dan akan dibahas terkait teknis di lapangan, apakah akan ada titik-titik lain untuk pos penjagaan atau penambahan personel dan lain sebagainya. Saat ini masyarakat sebagian besar sudah mengetahui informasi ganjil genap ini. Sehingga saya melihat kendaraan yang lalu lalang di Kota Bogor bernomor polisi genap," pungkasnya.
Editor : Redaksi