Ticker

6/recent/ticker-posts

Aulia dan Aduen Alja isi Materi ‘Semangat Revitalisasi’ di FISIP UIN Ar-Raniry


BANDA ACEH | Kabarposnesw.co.id - Senat Mahasiwa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh gelar seminar dan rapat kerja pengurus dengan tema 'Semangat Revitalisasi dalam Berorganisasi di era Milenial' yang berpusat di ruang theater setempat.

Acara seminar dan raker di buka langsung oleh Muhammad Thalal, Lc. Msi.,M.ed  selaku wakil dekan I serta diikuti oleh 30 orang pengurus dan mahasiswa se lingkungan FISIP UIN Ar Raniry.  Sesi seminar juga menghadirkan dua pemateri  dari KNPI Banda Aceh (Aulia Rahman,ST.IAI) dan Koordinator Sekolah Literasi (Aljawahir,S.Sos) lapor Nawal Azka selaku ketua panita.

Muhammad Thalal dalam sambutan pembukaan menyebutkan mahasiswa generasi milenial merupakan generasi Z yang lahir dan hidup di era perubahan yang sudah serba digital dan online, sehingga dalam berorganisasi juga harus beradaptasi terhadap perubahan, Jelas Thalal.

“Sebagai calon pemimpin, mahasiswa FISIP perlu kualitas pemimpin yang tidak cukup dengan pintar saja, tetapi mesti punya ketangkasan dan kecepatan dalam menghadapi perubahan dan tantangan, mesti bersifat respect, toleran dan tidak meremehkan atau merendahkan orang lain. Pemimpin harus bermental supir yang mencari jalan mencapai tujuan, dan bukan sebagai penumpang yang hanya duduk manis di zona nyaman menunggu sampai ke tujuan dengan aman.”

Wakil dekan I FISIP ini juga Mengutip buku Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya Agility supaya mahasiswa FISIP menjadi pemimpin yang berkualitas seperti singa dan bukan bermental kambing karena seperti dinyatakan oleh seorang diplomat Perancis Maurice bahwa 100 ekor kambing yang dipimpin oleh seekor singa lebih berbahaya daripada 100 ekor singa yang dipimpin oleh seekor kambing, tambah Muhammad Thalal.

Merujuk pada tema Semangat Revitalisasi, ketum KNPI Aulia Rahman,ST.IAI dalam paparan materi mengajak semua mahasiswa harus menumbuhkan jiwa yang siap dalam menghadapi era yang super canggih saat ini, generasi milenial wajib mempunyai konsep dan landasan berpikir cerdas, tidak boleh lemah dan latah, Jelas Aulia.

“Fase era dulu dengan sekarang sudah mulai berubah, Maka mahasiswa khususnya generasi bangsa sebagai agent perubahan di masa yang akan datang wajib mempunyai visi yang mumpuni serta jiwa organisatoris tinggi guna terciptanya insan yang berkarakter, intelektual, jenius yang berazas islam dan Tri dharma Perguruan tinggi.”

Kendati demikian, hal senada juga diutarakan oleh Aljawahir,S.Sos selaku Koordinator Sekolah Literasi. Pantauan media di lokasi acara, Alja mengingatkan kepada generasi muda terkhusus SEMA FISIP UIN ar Raniry dan mahasiswa pada umumya agar senantiasa belajar dan berbicara sesuai data yang kita punya, Jelas Alja. 

“Semangat revitalisasi dalam beroganisasi di era milenial saat ini sangat perlu ditumbuhkembangkan lagi kepada mahasiswa, pasalnya situasi saat ini kebanyakan kita mengedepan ego, lupa akan kepentingan bersama dan tugas lembaga.”

Memaknai revitalisasi yang digambarkan adalah mengulangkaji, mereview kembali yang sangat penting soal pergerakan, pendidikan, pengabdian, arah tujuan dan tata karma.

Masalah demi masalah terus bertubi kita lihat, maka kita sebagai generasi yang hidup di era milenial butuh banyak bacaan, kajian dan pemanfaatan media social ke arah yang lebih berguna, “Jadikanlah hidup hari ini untuk persiapan masa yang akan datang, ikuti semua apa yang sudah ditinggalkan Rasulullah dan para sahabat serta berkaryalah dengan landasan Iman dan Islam”, Demikian tutup aktivis muda ini yang akrab disapa Aduen Alja ini.

Turut hadir dalam acara ini, Dedi Saputra S,Ag (mantan Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry), Azharun (ketua Senat Mahasiswa FISIP), Al Munadi (Ketua HMP IPOL FISIP) dan beberapa tamu undangan lainnya. (*)

Editor : Redaksi