Ticker

6/recent/ticker-posts

Opini : Syafruddin Prawiranegara


OPINI KABARPOSNEWS.CO.ID.Selama ini kita hanya tahu Presiden di era orde lama hanya Soekarno. Padahal ada juga presiden yang dicatat sejarah. Dia adalah Syafruddin Prawiranegara. Ketika Soekarno ditawan Belanda saat agresi militer kedua tahun 1948, ia mendapat mandat dari Soekarno sebagai presiden PDRI ( pemerintah daruat Republik Indonesia). Syafruddin memimpin pemerintahan dari Bidar Alam, Solok Selatan, Sumbar. 

Sebagai Presiden PDRI,  seluruh kekuatan militer yang ada di Jawa dibawah kendalinya. Jenderal Soedirman dan seluruh panglima devisi dan jajaran Tentara sangat loyal kepadanya. Walau dia memimpin dari Hutan di Sumatera Barat namun setiap perkembangan perlawanan tentara di Jawa dia dapat update. Dia  Juga perintahkan Jenderal Soedirman melakukan perang Grilya dan merebut Yogya. Dengan demikian Strategi diplomasi internasional dapat terus dilakukan. Tidak padam hanya karena Soekarno -Hatta ditawan.

Ketika Soekarno bebas dari tawanan Belanda dan kembali ke Yogya, Syafruddin datang ke Seokarno menyerahkan kembali mandat itu. Andaikan Syafruddin adalah Aidit atau Muso atau Kartosuwiryo, mungkin mandat itu tidak pernah dikembalikan. Mungkin Soekarno bukan kembali ke istana tapi ke penjara jadi tawanan sampai mati oleh bangsanya sendiri.  Tapi sejarah berkata lain. Syafruddin orang yang amanah dan tidak ambisi kekuasaan. Dia intelekual islam dan politisi Masyumi.

Mari kita baca profil dia..

Syafruddin Prawiranegara lahir dari pasangan Arsyad Prawiraatmadja dan Noeraini. Dalam diri Syafruddin Prawiranegara mengalir darah campuran Banten. Ayahnya keluarga kesultanan Banten, adalah anak dari Raden Haji Chatab Aria Prawiranegara terkenal panggilannya Patih Haji yang pernah menjadi patih Kabupaten Serang pada tahun 1879 sampai tahun 1884. Buyut dari ibunya yakni Sutan Alam Intan adalah keturunan Raja Pagaruyung di Sumatera Barat berasal dari keturunan Priyai yang taat beragama, leluhurnya berasal dari Minangkabau.

Pada tahun 1924 Syafruddin Prawiranegara dan keluarga pindah mengikuti ayahnya ke Ngawi, Jawa Timur. Ketika itu Syafruddin Prawiranegara masih duduk di sekolah ELS. Disana ia segera dimasukkan lagi ke ELS “eorpeesche lagere school” melanjutkan sekolahnya di kelas tujuh. 

Setelah lulus di ELS Syafruddin Prawiranegara masuk ke sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Madiun. Dilanjutkan ke  AMS di Bandung pada tahun 1931. Pendidikan tingginya diambilnya di Rechtshoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) di Jakarta (sekarang Fakultas Hukum Universitas Indonesia) pada tahun 1939, dan berhasil meraih gelar Meester in de Rechten.

Semasa hidupnya Syafruddin Prawiranegara pernah menjabat Menteri Kemakmuran. Ia sangat dikenal sosok yang jujur, sederhana, tanpa pamrih, satu kata dengan perbuatan, tegas, dan idealis. Dia juga adalah Gubernur BI pertama kali. Ia meninggal pada usia 77 tahun pada tanggal 15 Februari 1989. Negara memberinya gelar Pahlawan Nasional.
.
.
.
EJB
Editor : Redaksi