Ticker

6/recent/ticker-posts

Perekonomian Nelayan Panai Hilir Memprihatinkan Dinas kelautan Tutup mata


Kabarpos.news.Labuhanbatu - Naik nya harga BBM jenis solar yang dialami warga nelayan di Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu melahirkan rasa duka yang dalam. Sejumlah Boat/perahu banyak tidak melaut, perekonomian warga pun di Kecamatan itu menurun drastis.

Warga berharap, Pemkab Labuhanbatu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mampu mengambil langkah langkah keberpihakan bagi nelayan.

Dinas Kelautan dan Perikanan diminta segera menindaklanjuti hak hak warga memperoleh BBM solar subsidi.

Dilatarbelakangi tinggi nya harga BBM dan menurun nya hasil tangkap ikan membuat sesak warga. Kerap kali melaut, nelayan selalu merugi. Kalau pun tidak merugi hasil yang diperoleh tidak memadai.

"Harga BBM solar naik Bang, luar biasa naik nya," Ucap Wawan Warga Panai Hilir.

"Dulu nya kami beli dalam perliter senilai Rp. 6.200, kini naik seharga Rp. 7.200." Papar Wawan.

"Harapan saya Dinas Kelautan dan Perikanan mampu melakukan terobosan yang bersifat strategis, mengajak pihak Pertamina agar menyalurkan BBM bersubsidi bagi warga," Pinta Wawan.

Terpisah, dilansir via seluler, Adlin Tanjung, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu menyampaikan tanggapan nya terkesan kabur,

Tanggapan yang disampaikan Adlin Tanjung seakan tak memahami materi yang dipertanyakan, ia hanya menjawab singkat,

Ini dia tanggapan Adlin Tanjung Kadis Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu saat dikonfirmasi,

"Waalikum salam. Sore, Oia siapa ni, Oh ia. Ia ia, apa tu,? Ucap Adlin Tanjung pertama.

"Bang, aku, aku ada acara ni, besok aja ya kalau konfirmasi ya senin. Apa tu, acara apa, mau nanya apa ni. Oh minyak, Pertamina aja lah tanyak, SPBU. Papar Kadis terkesan tidak nyambung.

"Ha, apa. Oia, tanya orang itu macam mana, udah sampek dimana, orang itu kemarin kukasi nomor hp nya, ke HNSI tanya," Demikian ucapan singkat Adlin Tanjung, Kadis Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu.

Sementara itu, dilansir dirumah kediamannya, Manap Lubis, Ketua DPC HNSI Kab Labuhanbatu mengaku pernah pada Tahun 2020 pihak nya dan Dinas Kelautan mengusulkan BBM solar subsidi ke Pertamina, sejumlah dokumen kapal dihadapkan ke pihak Pertamina, 

"Pernah pada Tahun 2020 HNSI Labuhanbatu bersama Dinas Kelautan Dan Perikanan mendatangi kantor Pertamina di Medan. Kita bertemu salah seorang pegawai Sales Retail (Unit Pemasaran) Fresly Leo Chandra Hutapea diruangan kerja nya," Imbuh Manap.

"Saat itu Fresly meminta syarat rekomendasi Dinas Kelautan Dan Perikanan nan isi nya membenarkan nelayan yang diajukan benar benar nelayan Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dimana bermaksud tidak salah sasaran," Ungkap Manap.

"Fresly mengaku BBM subsidi itu ada. Dan jika syarat syarat nya terpenuhi maka pihak Pertamina bersedia menyalurkan BBM subsidi itu ke nelayan Kecamatan Panai Hilir," Tutur Ketua DPC HNSI.

"Selain syarat diatas, Fresly juga meminta dilakukan rapat Forkompinda, yakni Bupati, Kapolres, DPRD dan Dinas Kelautan Dan Perikanan tentu nya. Namun, oleh karena pandemi Covid akhirnya rapat itu ditunda," Sebut Manap Lubis Ketua DPC HNSI Kabupaten Labuhanbatu.

Kini warga berharap, Pemkab Labuhanbatu melalui Dinas Kelautan Dan Perikanan nya segera menindaklanjuti upaya kerja keras mendapatkan BBM subsidi guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial nelayan Kecamatan Panai Hilir.(Ir Syafrizal Siregar)
Editor : Redaksi