Ticker

6/recent/ticker-posts

Satgas Pelajar Harus Konsisten Hilangkan Akar Masalah


Kabarposnews.Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor menggelar Workshop Satuan Tugas (Satgas) Pelajar 2021 di Hotel Onih, Jalan Paledang, Kota Bogor, Jumat (19/3/2021). 

Workshop yang dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya ini dibagi dua angkatan dengan jumlah peserta masing-masing 20 orang. 

Peserta terdiri dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kepala Cabang Disdik (KCD) Provinsi Jawa Barat, tokoh Satgas Pelajar Ade Sarip Hidayat, Kapolsek, Camat, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, dan Kepala Sekolah SMA/SMP.

"Saya ingin bertanya pada semua yang hadir. Menurut bapak/ibu Kota Bogor damai tidak?" tanya Bima Arya. 

Wali Kota mengatakan, menurut teori studi tentang perdamaian, damai itu ada damai positif (Positive Peace) dan damai negatif (Negative Peace). 

Damai negatif itu kondisi damai yang dilihat dengan tidak adanya konflik. Ketika tidak ada konflik, tidak ada tawuran, tidak ada perkelahian itu damai negatif dan sekarang Bogor damai karena hari ini tidak ada tawuran dan perseteruan. 

"Tapi yang lebih dalam lagi para pakar menganalisis, meyakini ada pemahaman lain, yakni damai positif, damai yang bukan saja tidak ada konflik tapi minim atau tidak ada penyebab konflik, ketika ada rasa aman diantara warga atau manusia itu damai positif," terangnya.

Ia menuturkan, tak ayal semua harus memahami sampai ke akar-akarnya. Ia pun memberikan masukan agar Satgas Pelajar bukan hanya menjadi 'pemadam kebakaran' atau yang hanya gerak ketika ada laporan saja. Satgas Pelajar juga harus memiliki pemetaan, riset, data dan analisis terkait dengan konstelasi di lapangan. 

"Koordinasi dengan kelurahan, kecamatan, Disdik. Semua sekolah, didalami, profiling para sekolah sehingga munculah rencana-rencana renstra untuk mendalami akar dan memecahkan masalahnya," tegas Bima Arya.

Selain itu, Satgas Pelajar juga harus jelas terkait tupoksi dan kewenangan, bagaimana membagi tugas dengan Babinsa Babinkamtibmas, Dewan Pendidikan. Harus jelas agar tidak berputar-putar saling menyalahkan. Termasuk melakukan asesmen sejauh mana personil mumpuni, dana dan logistik cukup.

"Dan Satgas Pelajar harus konsistensi, membangun sistem sehingga tidak bergantung pada pimpinan. Konsistensi bergerak terus," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengatakan, Workshop Satgas Pelajar ini bertujuan menyamakan langkah dan persepsi karena keamanan dan ketentraman Kota Bogor merupakan tugas bersama. 

Saat ini kata dia, secara kasat mata memang kondisinya baik, tawuran fisik berkurang, tapi itu damai negatif karena akar permasalahannya belum selesai.

"Disdik tidak bisa sendiri, beberapa komponen harus terlibat, kolaborasi bersama-sama menangani ini dengan Satgas Pelajar yang saat ini ada sekitar 80 anggota satgas pelajar yang terdiri dari perwakilan guru di masing-masing sekolah," pungkasnya.
Editor : Redaksi