Ticker

6/recent/ticker-posts

Sejarah Salak Condet Dan Elang Bondol Jakarta

Kabarposnews.co.id.Salak condet dan elang bondol merupakan maskot Kota Jakarta yang ditetapkan oleh Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, lewat keputusan Guburnur No. 1796 Tahun 1989.

Elang bondol dipilih sebagai maskot Kota Jakarta salah satunya karena burung tersebut hanya ada di Kepulauan Seribu, Jakarta. Sedangkan, salak condet dipilih sebagai maskot Kota Jakarta karena dahulu salak jenis ini merupakan buah asli Jakarta yang tumbuh di daerah Condet.

Adapun filosofi dipilihnya elang bondol karena burung tersebut salah satu jenis burung yang dapat hidup lama, bahkan hingga 70 tahun. Selain itu, elang bondol termasuk dalam jenis unggas yang tangguh dan pantang menyerah pada keadaan.

Dalam usianya yang berkepala 4, ia dihadapkan pada keadaan yang tersulit dalam hidupnya. Bulunya kian menebal, kukunya semakin panjang, dan paruhnya tumbuh hingga ke dada, membuatnya sulit mencabik mangsa. Akhirnya, untuk dapat tetap hidup, elang bondol harus bertransformasi, yang dalam proses ini ia akan menyakiti dirinya sendiri.

Agar dapat tetap terbang bebas dan tinggi lagi, burung bondol harus mencabuti bulunya yang semakin tebal dan memberatkannya terbang itu. Bayangkan betapa dinginnya tanpa bulu dan betapa sakitnya mencabuti bulu sendiri. Kukunya pun ia cabuti sendiri. Paruhnya ia patukkan sekeras-kerasnya ke batu hingga paruh yang terus memanjang sampai dada itu terlepas. Selanjutnya, burung elang bondol harus menunggu 5 bulan lamanya untuk dapat paruh yang kuat lagi sesuai dengan kebutuhannya.
.editor : Redaksi