Ticker

6/recent/ticker-posts

Harga Daging Meugang Di Pijay Rp.180 Ribu


 
Pidie Jaya | Kabarposnesw.co.id - Harga daging sapi maupun daging kerbau pada moment meugang jelang bulan Ramadhan  di kabupaten Pidie Jaya dilaporkan mencapai Rp.180 ribu, Senin, (12/4/2021).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disperindagkop Pidie Jaya, M.Nasir, M
Pd, didampingi Kabid Perdagangan Azhariyadi, S.Pi disaat memantau suasana meugang di sejumlah pasar di kabupaten setempat.

Sebagaimana diketahui meugang merupakan sebuah tradisi yang cukup kental dan hingga kini masih berdenyut di tengah-tengah masyarakat Aceh menjelang tibanya pelaksanaan puasa Ramadhan, menjelang hari raya Idul Fitri dan menjelang hari raya Idul adha, Dimana para pedagang menyembelih sapi atau kerbau dan selanjutnya dijual kepada masyarakat guna dinikmati bersama keluarga di rumah dan ada juga dibagikan kenduri daging meugang tersebut ke sejumlah saudara dan fakir miskin sebagai rasa syukur terhadap rezeki meugang tersebut.
Sementara Kabid perdagangan, Azhariyadi, yang biasa disapa Ari Khan, kepada kabarpos juga menyebutkan, Tidak heran, harga daging sapi di Pidie Jaya pada moment meugang kali ini mencapai Rp170 - 180 ribu per kilogram. Sementara harga daging segar pada hari-hari biasa berkisar Rp120.000 sampai Rp130.000 per kilogram, dan penjualnya juga terbatas. 

Pada hari "meugang"(sehari atau dua hari) menjelang puasa Ramadhan, pasar-pasar kaget menjamur di pinggir jalan, dan dipadati masyarakat untuk membeli daging sapi atau kerbau

Namun sedikit berbeda dengan "meugang" menyambut Puasa Ramadhan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, dari jumlah ternak yang disembelih hingga daya beli masyarakat juga menurun dibandingkan tahun-tahun sebelum nya.

Lanjut Ari Khan, pihaknya  menilai, wabah corona ini tidak akan menyurutkan kebiasaan masyarakat Pidie Jaya merayakan tradisi "meugang" bersama keluarga di Gampong-gampong.
Dan Masyarakat tetap akan melaksanakan tradisi 'meugang' menyambut puasa, namun mungkin agak terbatas karena faktor ekonomi yang terganggu akibat COVID-19 sebut nya.

Reporter : AA
Editor : Redaksi