Ticker

6/recent/ticker-posts

Miris...!!! Seorang Ibu Muda Melahirkan Dalam Pampers di RSUD Pidie Jaya

Raudatul Jannah dengan bayinya di Gampong Keurisi Meunasah Lueng Jangka Buya

Pidie Jaya | Kabarposnesw.co.id - Seorang pasien ibu muda Raudhatul Jannah (24) warga Gampong Keurisi Meunasah Lueng Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya, terpaksa melahirkan bayi di dalam pampers diruang bersalin RSUD Pidie Jaya, Jumat (15/4) tengah malam karena lambatnya pertolongan dari tim medis.

Rauzah melahirkan bayi mungil itu, hanya ditemani oleh sang ibu tanpa bantuan tim medis rumah sakit umum daerah Pidie Jaya, walau sudah diruang bersalin ia melahirkan tanpa pertolongan, bayi lahir dengan bantuan sang ibu, petugas datang setelah bayi lahir, kata Rauzah dengan nada sedih, itupun mereka datang hanya untuk memotong tali pusar, kata dia.

Ibu muda yang bersuamikan Nurzahri itu saat melahirkan anak kedua becerita kepada sejumlah awak media tentang kisah persalinan yang dialaminya, saya trauma dengan pelayanan medis yang diberikan petugas di rumah sakit umum daerah Pidie Jaya katanya.
Kata Rauzah, sebelum mau melahirkan ibu kandung saya memberitaukan kepada petugas medis perihal keluhan diperutnya, akan tetapi petugas tidak menanggapinya, padahal cairan ketuban sudah mulai keluar, dan petugas dengan enteng menjawab pakai pempes aja dulu.

"Pasien ditinggalkan dengan keluarga dan melahirkan bayi sendiri, usai bayi lahir, kakak ipar saya langsung gedor-gebdor pintu kamar petugas yang terlihat lagi asyik tidur-tidur di kamar," katanya.

Menurut pengakuannya, bayi perempuan mungil dengan berat 3.3 ons itu dilahirkan dalam pampers diatas tempat tidur diruang persalinan sekira pukul 02:30 Wib. Setelah bayi lahir baru tim medis datang memberikan pertolongan untuk memotong tali pusat bayi, ujarnya.

Sebelumnya, diruangan itu hanya ada keluarga dan seorang wanita hamil di samping tempat tidurnya yang datang membantu dan berusaha menjaga anak yang baru lahir itu agar tetap hidup, ungkap Rauzah dengan air mata berlinang.

Dikatakannya, sang bayi bernapas dan menangis setelah melahirkan, saya harus menunggu selama 5-10 menit sampai perawat datang.

Kisah pilu dialami pasien persalinan itu, dimulai sejak malam ketika tiba di rumah sakit umum daerah pidie jaya sekitar pukul 12.00 Wib, saat itu rasa nyeri diperutnya untuk persalinan sudah mulai terasa, kata dia.

Kelahiran tidak dapat diprediksi dan dapat datang tiba-tiba. Seharusnya petugas medis memantau pasien secara teratur dan menawarkan perawatan yang maksimal untuk ibu mau melahirkan, pungkasnya.

Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, dr. Fajriman, S.p.S, M.Si, Med, saat dihubungi awak media lewat whatsApp sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban. (*)

Editor : Redaksi