Ticker

6/recent/ticker-posts

Ini Penjelasan Direktur RSUD Pidie Jaya, Tentang Petugas Mengabaikan Pelayanan Kesehatan

Direktur RSUD Pidie Jaya,  dr.  H.  Fajriman,  Sp. S,  M. Si,  Med

Pidie Jaya | Kabarposnesw.co.id - Perlu dijelaskan secara tegas tidak ada seorang pun petugas kesehatan di RS Pidie Jaya yang ingin pasien nya celaka, kami masih sangat menjungjung tinggi nilai nilai sumpah kami sebagai petugas kesehatan dimana kami akan selalu mementingkan kepentingan orang lain dari pada kepentingan pribadi, semua kita menginginkan yang terbaik untuk pasien yang kita rawat, jadi apa yang disampaikan oleh media online yang bahwa petugas kesehatan RSUD Pidie Jaya mengabaikan pasien itu adalah tidak benar.

Hasil audit internal yang dilakukan oleh Rumah Sakit dengan menelusuri rekam medik mulai dari pasien pertama masuk sampai melahirkan adalah : 
Pasien masuk ke IGD kiriman dokter kandungan dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir, dengan estimasi kelahiran tanggal 9 mai 2021. 
Setelah tiba di IGD, pasien dilakukan kembali pemeriksaan oleh dokter jaga dan bidan, melakukan pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ), memastikan letak janis, serta melakukan observasi secara continues cairan yang keluar dari jalan lahir si ibuk.

Setelah dilakukan pemeriksaan,  dokter jaga IGD melaporkan kepada dokter ahli kandungan kondisi janin dan kondisi ibu, dengan kesimpulan sementara ketuban pecah dini (KPD), lalu oleh dokter kandungan memberikan obat obatan yang bisa menguatkan janin dalam kandungan dan mencegah infeksi untuk si ibu beserta meminta pasien untuk dirawat.

Selama pasien ada diruangan, selain menjalankan pemberian obat obatan sesuai arahan dokter ahli kandungan,  petugas ruangan juga memasangkan pembalut pada si ibu untuk memudahkan pemantauan cairan yang keluar dari jalan lahir baik dari sisi jumlah dan warna serta meminimalisir pergerakan pasien keluar masuk kamar mandi yang merupakan keharusan pada pasien KPD.

Namun di dalam perjalanan klinis kondisi menjadi berubah dimana pasien mulai mengedan dan saat itu juga keluarga memanggil petugas, saat petugas tiba pembukaan jalan lahir sudah lengkap tidak sempat petugas mimpin proses mengedan persalinan karena terjadi begitu cepat, hanya sempat melakukan proses mengeluarkan kepala dan mengeluarkan bahu si bayi, memotong tali pusat serta mengeluarkan plasenta atau ari.

Bayi dinyatakan sehat dengan berat badan 3300 mg atau 3.3 kg dan segera menangis dan tidak ditemukan adanya kelainan bawaan. Begitu juga kondisi klinis si ibu bayi juga dinyatakan sehat setelah melahirkan.

Dari hasil investigasi dengan keluarga yang dilakukan oleh kabid keperapwatan, kasie rawat jalan dan kepala ruangan kebidanan RSUD Pidie Jaya, orang tua dari si ibu bayi tidak membenarkan pemberitaan cucunya lahir di pempers dan diabaikan oleh petugas kesehatan, bahkan keluar pasien tersebut sangat santun dan bijaksana dengan petugas kesehatan kami, berkali meminta terimakasih saat pasien bisa pulang. Kami dari pihak Rumah Sakit juga meminta maaf bila masih ada kukurangan disana sini dalam pelayanan kami, kami berjanji terus akan memperbaiki ke arah yang lebih baik.

Dari kasus ini kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berguna terutama untuk petugas medis, saya himbau mari kita tingkatkan komunikasi dan edukasi kita dengan pasien dan keluarga terdekat lebih intensif lagi, tingkatkan keselamatan pasien dengan tidak mengabaikan keselamatan diri, lakukan observasi lebih ketat untuk kasus medis yang memerlukan perhatian kusus, terkadang bisa saja terjadi sesuatu diluar prediksi kita seperti kasus yang sedang kita hadapi, maka untuk ibu hamil menstruasi tetakhir itu menjadi sangat penting untuk di ingat baik oleh isteri maupun suami.
Komunikasi secara inten dengan sesama petugas kesehatan agar terjalin suatu pemahaman yang sama terhadap mutu dan kualitas pelayanan.

Dari kasus ini juga saya berharap kepada  semua insan pers dan masyarakat benar benar memperhatikan kapatutan sebuah berita, apalagi menyangkut data medik, tentu tidak bisa dengan serta merta bisa disampaikan dengan segera.

Terimaksih atas perhatian semua, saya sangat menghargai teman teman media semua, kalian adalah mitra terbaik kami, tutup Direktur (*)

Editor : Redaksi