Ticker

6/recent/ticker-posts

Bima Arya Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes usai Divaksin Covid-19


Wali Kota Bogor, Bima Arya meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 sasaran masyarakat umum di tiga lokasi di Kota Bogor.

Dia mengingatkan agar warga yang menjalani vaksinasi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Kita ingin meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin aman dan efektif. Ini adalah ikhtiar kita semua, walaupun tidak ada jaminan 100 persen, namanya juga penyakit. Namun saya imbau tetap hati-hati, terus terapkan 3 M dan prokes selalu,” kata Bima Arya usai meninjau vaksinasi di Boxies 123 Mall, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Selasa (22/6/2021).

Untuk warga Kota Bogor yang telah mendapatkan vaksinasi pertama kata Bima Arya, akan kembali mendapatkan vaksinasi kedua yang akan dijadwalkan.

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan vaksinasi. 

“ Untuk warga Kota Bogor, insya allah nanti akan ada gelombang kedua, untuk yang berusia diatas 18 tahun. Silakan monitor akun instagram Pemkot Bogor dan semua kanal sosial media, karena biasanya proses pendaftarannya cepat sekali,” ungkapnya.

Boxies 123 Mall menjadi lokasi ketiga pelaksanaan vaksinasi massal sasaran masyarakat umum yang ditinjau Bima Arya bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno. 

Sebelumnya, Bima Arya meninjau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Puri Begawan dan Lippo Plaza Ekalokasari.

Kota Bogor kata dia, akan berupaya mengejar target vaksinasi, 5-10 ribu warga sasaran masyarakat umum akan divaksin per hari. Hal ini dimaksudkan agar semua warga Kota Bogor tuntas divaksin. 

Terkait informasi adanya warga yang terpapar Covid-19 setelah menerima vaksinasi, Bima Arya menjelaskan kondisi tersebut terjadi dimana-mana. Hal tersebut bergantung dan dipengaruhi dari kondisi setiap manusianya yang bisa menyebabkan terpapar atau tidak. 

Sedangkan untuk gelombang penularan yang terjadi saat ini Bima Arya menuturkan, dikarenakan mudik dan strain baru dari Covid-19.
Editor : Redaksi