Ticker

6/recent/ticker-posts

Perupa Bogor Pamerkan Karyanya di Valegro House Rancamaya


Dalam sepekan ke depan mulai 19 hingga 27 Juni 2021, sebanyak 20 perupa Bogor yang terdiri dari 10 perupa perempuan Bogor dan 10 perupa pria memamerkan hasil karya seninya dalam ajang Pameran Seni Rupa Perupa Perempuan Bogor n Friends 'While I was art home' di Valegro House, Richmond Peak, Rancamaya Golf Estate, Bogor. 

Pameran secara resmi dibuka Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi istrinya Yane Ardian, Sabtu (19/6/2021). 

Dalam sambutannya, Bima Arya berpandangan, kondisi pandemi Covid-19 ini berat, tetapi jangan sampai membuat berhenti. Semuanya harus tetap dan terus berikhtiar, terutama seni budaya yang menjadi ruh bagi kota. 

Sekecil apapun ikhtiar yang dilakukan tegas Bima Arya, harus terus berdenyut, bergerak dan harus terus terasa. Harus terus ada 'embun penyejuk di tengah kegersangan yang melanda'. Menurutnya, seni dengan keindahan dan keunikan bisa menyejukkan, mendamaikan dan bisa mempersatukan. 

Pelaksanaan pameran yang sederhana dan berskala kecil, semua yang besar berawal dari hal yang kecil, tidak ada yang langsung besar. 

"Semoga pameran yang menampilkan 45 karya seni lukis dan patung mampu menjadi setitik embun yang ke depan mampu terus berlanjut, tidak hanya melanjutkan kreasi tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam menghadapi masa pandemi," harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bima Arya  menyampaikan pada faktanya dan kenyataannya, seringkali perempuan itu lebih dahsyat daripada laki-laki dalam banyak hal. Perempuan itu sentuhannya berbeda, katanya lebih empati dan lebih detail. 

Bahkan, ada penelitian yang melihat dan mengkaji bahwa penanganan Covid-19 yang dilakukan pemimpin-pemimpin perempuan, pendekatannya berbeda. Contohnya New Zealand, salah satu negara yang 'bersih'  dari Covid-19 hingga saat ini. 

"Mudah-mudahan suatu saat Kota Bogor punya Wali Kota perempuan, Insya Allah," harap Bima Arya. 

Kepada semua yang hadir, dirinya menjelaskan pengertian dari istilah wanita dan perempuan. Wanita berasal dari kata van ita, memiliki arti yang diinginkan. Sementara perempuan berasal dari kata empu yang memiliki banyak arti di antaranya memerintah, yang dihormati, yang melawan dan yang mendukung. Istilah empu lebih mulia dari pada wanita. 

"Kita hadir disini menggunakan istilah perempuan, semangatnya sama untuk menghormati dan memuliakan perempuan," ujarnya. 

Yane Bima Arya, menjadi salah satu dari 20 perupa yang menampilkan hasil karyanya. Ada dua hasil karyanya yang ditampilkan. 

Sebelumnya, Ketua panitia Pameran Seni Rupa "While I was art home", Tika menyebutkan, pameran tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua yang berkolaborasi dengan para perupa pria Bogor.

Berbeda dengan pameran seni rupa pada dua tahun sebelumnya yang diselenggarakan di rumah dinas Wali Kota Bogor yang hanya diikuti para perupa perempuan Bogor. 

Hadir Gihon Nugrahadi selaku kurator dari hasil seni yang dipamerkan sehingga kualitas pameran, baik tema dan kualitas tetap terjaga.

"Pameran ini lebih mengaktualisasikan diri  para perupa selama masa pandemi dengan terus berinovasi, berkreasi dan tidak berhenti berkarya membuat karya seni rupa. Inilah alasan judul dari pameran ini, waktu saya di rumah (While I was art home). Dengan di rumah evaluasi karya seni bisa lebih ditingkatkan," kata Tika.
Editor : Redaksi