Ticker

6/recent/ticker-posts

Sebanyak 377 Siswa SD Negeri Tonjong 01 Melaksanakan PTM

 

Bogor | Kabarposnesw.co.id– Setelah melewati proses uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahapan demi tahapan, SD Negeri Tonjong 01, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang dipimpin oleh Nunung Hendrawati, S.Pd, melaksanakan PTM.

“Alhamdulilah, SDN Tonjong 01 sudah mendapatkan izin dari team Gugus Covid dan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor untuk melaksanakan PTM.Sebelum melaksanakan PTM, kami sudah mensiasati semaksimal mungkin dengan menjaga protokoler kesehatan, sesuai peraturan yang dikeluarkan oleh Bupati, termasuk berkoordinasi dengan wali murid dan sebagainya, guna mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, agar kami pihak sekolah tidak disalahkan, sementara tujuan kita sebenarnya baik, supaya anak-anak belajar secara maksimal”, kata Asman Suparman selaku guru di SDN Tonjong 01 disambangi diruang kerjanya pada Jumaat (10/6).

Menurutnya, PTM ini dilaksanakan dalam rangka Penilaian Akhir Tahun (PAT) antara kelas satu sampai dengan kelas lima yang berjumlah sebanyak 377 siswa, yang nantinya dibutuhkan untuk kenaikan kelas.PTM dilaksanakan secara berkelompok anak-anak tidak full 100% masuk, sistem bergilir atau sip.Satu kelas minimal terbagi empat kelompok tergantung jumlah siswanya masing-masing, karena setiap kelas itu jumlahnya tidak sama.Dimulai dari pagi jam 7.20 sampai dengan jam 12.00 WIB, dengan 14 Rumbel, per kelompok waktunya hanya 90 menit, setiap hari satu mata pelajaran, karena kalau dipaksakan dua mata pelajaran kita kasihan juga keanak-anak.

Sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, seluruh area sekolah baik dalam maupun luar kelas kita semprot, tidak hanya itu, semua alat protokol kesehatan kita siapkan dari mulai masker, termometer, tempat cuci tangan baik westafel maupun hand sanitizer.Ketika anak-anak masuk mereka dicek suhu badan dan sebagainya, jelasnya.

“Tentu kami berharap anak-anak kembali masuk seperti biasa dan pada saat pelaksanaan PTM ini mudah-mudahan mereka bisa lebih semangat dalam belajar, karena mereka sudah lumanyan lama belajar dirumah dengan sisten Daring (Dalam Jaringan), artinya komunikasi dengan gurupun hanya sebatas lewat Daring tidak ketemu langsung, tentu itu satu kendala bagi kami sebagai tenaga pendidikan, karena tidak dapat memberikan pelajaran secara maksimal”.

Dengan kita tatap muka saja masih banyak siswa yang perlu dibenahi, karena tingkat pemahamannya masih kurang, apa lagi dengan sistem seperti ini (Daring).
“Harapan kami kepada pemerintah tentunya ada kebijakan tentang pendidikan ini, karena kalau kita melihat sekolah banyak yang ditutup, tempat peribadatan dibatasi, tapi kita lihat dipasar dan mall-mall banyak orang yang berkerumun bahkan kita sering menemukan banyak juga orang-orang yang memiliki jabatan mereka melakukan kerumunan.

Jadi harapan saya sebagai perwakilan warga masyarakat dan sebagai tenaga pendidik di SDN Tonjong 01 ini, semoga covid-19 segera selesai, segera berlalu dan anak-anak kembali belajar seperti biasa.

“Alhamdulilah, dengan respon orangtua kami cukup mapan melaksanakan PTM ini, karena mungkin orangtua juga sudah merasa capek dengan mengajari anak-anaknya dirumah, karena memang saat ini pembelajaran dengan sistem Daring ini sangat terbatas, maka, orangtua harus punya peranserta disitu”, pungkas Asman.

Reporter : Rossa
Editor : Redaksi