Ticker

6/recent/ticker-posts

Bima Arya Sampaikan Aspirasi Soal PJJ ke Komisi X DPR RI


KABARPOSNEWS.CO.ID.Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan aspirasinya kepada Komisi X DPR RI yang harus segera dibenahi dalam metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama ini.

Bima Arya menyatakan, ada tiga aspek yang harus segera dibenahi di masa PJJ. Pertama, infrastruktur harus rata semua. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah mengalokasikan Wifi gratis di 797 RW.

“Ada juga mobilisasi sumbangan gadget. Banyak gerakan yang kita salurkan melalui aplikasi. 
Ada Jabar Bergerak yang mengumpulkan donasi dari donatur berupa gadget atau gawai yang diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu,” kata Bima Arya saat menerima kunjungan spesifik Bidang Pendidikan Komisi X DPR RI di Taman Ekspresi Sempur, Kota Bogor, Selasa, (8/12/2020).

Kedua, mengenai konten, Menurutnya, banyak pengajar yang perlu dibantu, pihaknya membangun kolaborasi untuk menyusun panduan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dengan Pusat Pendidikan Masa Depan dan Kelas Pintar.

“Kita dorong beberapa platform untuk masuk,” katanya.

Ketiga, mengaktivasi Dasawisma agar PJJ bisa di monitor di wilayah. Jangan sampai Wifi disiapkan, mereka berkumpul, tidak jaga jarak dan akhirnya saling menularkan. 

Di Kota Bogor, pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Diantaranya, hanya akan dilaksanakan tatap muka dengan catatan bulan Januari kasus Covid di Kota Bogor terkendali, Bed occupancy rasionya aman, termasuk tren kasus positif dan klaster dinyatakan aman.

“Kalau kami dan Satgas itu sudah menyatakan aman, maka kita jalankan. Namun Komite Sekolah juga harus oke. Kemudian kita dengan KCD membuat daftar periksa. Daftar periksa sedang kita sosialisasikan. Kalau KCD oke, Komite sekolah oke, tapi daftar periksa belum aman, maka belum bisa dilaksanakan,” ujar wali kota.

Namun jika kelas pembelajaran tatap muka sudah berjalan dan ada orang tua yang khawatir, maka tidak diwajibkan. Disdik sedang menyusun ada beberapa opsi pembelajaran tatap muka dengan metode hybrid  learning (metode pembelajaran campuran, antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan).

“Jadi, pembelajaran tatap muka tidak dilakukan setiap hari, bisa seminggu sekali atau dua kali dalam seminggu,” katanya. (Prokompim)
Editor : Redaksi