Ticker

6/recent/ticker-posts

Cek Vaksinasi di Mal BTM, Dedie : Pertumbuhan Ekonomi Lebih Baik

Kabarpos.Bogor.- Program vaksinasi massal berkaitan penuh dengan upaya pemerintah untuk menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi. Dimana seperti yang diketahui, pandemi Covid-19 membuat sektor ekonomi begitu terpukul.

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai meninjau proses vaksinasi massal di lantai dua Bogor Trade Mal (BTM), Kota Bogor, Rabu (24/3/2021). 

Dedie mengatakan, sesuai dengan instruksi Presiden bahwa vaksinasi bisa dilaksanakan di lokasi - lokasi yang berkaitan dengan peningkatan atau pertumbuhan ekonomi, termasuk di mal.

"Bogor salah satu kota yang sudah melaksanakan secara lebih awal penyuntikan vaksinasi di mal. Ini sebagai tindak lanjut dari imbauan bapak Presiden," kata Dedie.

Di BTM, sambung Dedie, hari ini ada sekitar 750 orang pegawai mal yang dilakukan penyuntikan. Akan tetapi tak menutup kemungkinan, jumlah itu akan bertambah. Namun yang terpenting, kata dia saat ini adalah peningkatan target pegawai mal.

"Tujuannya agar masyarakat tidak ragu-ragu lagi datang ke mal. Datang ke mal itu adalah sebuah upaya kita juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor. Akibat pandemi ini kan sangat terpukul, terpuruk," bebernya.

Ketika nanti vaksinasi di mal ini menyasar masyarakat umum. Dengan sendirinya, hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

Diluar itu, Dedie melihat, memang ada peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke mal. Meskipun sempat ada penurunan saat beberapa kebijakan pembatasan di Kota Bogor diambil.

"Tapi Alhamdulillah kepercayaan masyarakat untuk datang ke pasar atau ke mal itu bangkit lagi. Dan Insya Allah paling tidak, ada pertumbuhan-lah meskipun tidak terlalu signifikan," tambahnya.

Beberapa mal di Kota Bogor, masih kata Dedie, sudah menjalani vaksinasi massal. Selain BTM, Botani Square dan Boxies 123 Mal juga sudah melangsungkan vaksinasi. Kemudian di pekan depan, Plaza Ekalokasari mendapat giliran untuk melangsungkan vaksinasi.

"Total Pegawai yang bekerja di sektor ritel yang ada sekitar 15.000-an. Sampai dengan saat ini baru 5.000 orang yang kita lakukan vaksinasi, jadi masih banyak PR-nya. Makanya tadi beberapa mal kita jemput bola, itu bisa langsung pegawai-pegawai untuk bisa divaksin di lokasi mereka masing masing," katanya.

Dilokasi yang sama, Direktur Mal BTM Andreas Selamet menambahkan, sebelum vaksinasi ini pihak mal diminta untuk mendata jumlah pedagang dan karyawan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

Total ada sekitar 4.000 pedagang dan karyawan yang menjadi sasaran vaksin di BTM. Sekarang ini sudah ada 2.250 pedagang dan karyawan yang mendapat giliran prioritas selama pelaksanaan tiga hari kedepan.

"Kami berharap, pedagang dan karyawan sehat. Karena mereka kan paling rentan kan resiko ketemu dengan banyak pengunjung. Setelah ini sehat kemudian pengunjung pun jadi yakin, bahwa di BTM khususnya sudah tenant dan karyawan sudah divaksin, protokol kesehatannya tetap dilaksanakan," katanya.
Editor : Redaksi