Ticker

6/recent/ticker-posts

Bima Arya Jalani Suntik Vaksin Dosis Kedua di Puri Begawan

KABARPOSNEWS.CO.ID.Wali Kota Bogor melaksanakan suntik vaksin dosis kedua di Gedung Puri Begawan, Bogor Timur, Senin (9/8/2021). Dosis pertama telah Ia terima sebelumnya di Gedung Braja Mustika, Bogor Barat pada 12 Juli 2021 lalu.
Mengenakan jaket hitam, Bima Arya datang dengan mengikuti setiap prosedur yang berlaku, mulai dari pendaftaran, skrining, proses penyuntikan vaksin Sinovac hingga observasi selama 15 menit. Usai di vaksin, Bima Arya kemudian melanjutkan tugasnya ke Balaikota dan sejumlah agenda lainnya di lapangan.
“Alhamdulillah tadi lancar. Saya berharap warga Bogor semakin kuat ya, imunitasnya semakin terbentuk tapi tetap jaga prokes. Saya juga tadi diingatkan petugas walaupun sudah vaksin kedua kita tetap hati-hati karena saya kan sering turun ke lapangan ketemu banyak orang jadi memang tetap membatasi diri,” ungkap Bima Arya usai divaksin.
Bima menjelaskan, hingga saat ini capaian vaksinasi Kota Bogor sudah di angka 42,41 persen atau 347.537 orang dari target sasaran 819.444. “Mudah-mudahan dalam beberapa hari lagi 50 persen ya. Kita terus berkoordinasi dengan Pak Menkes agar stok vaksin lancar untuk vaksin kedua, lalu booster untuk tenaga kesehatan juga sudah datang moderna ya. Kita akan atur semua dan kita akselerasikan terus dengan TNI/Polri,” jelas Bima Arya.
Saat ini, pelaksanaan vaksinasi terus digenjot Dinas Kesehatan Kota Bogor dengan menyediakan 16 sentra vaksin dengan target bisa menjangkau 17.000 warga per hari.
16 sentra vaksin tersebut antara lain di Puri Begawan, Boxies 123 Mall, Braja Mustika, Bojongkerta, Gedung DPRD Kota Bogor, Botani Square, SMAN 7 Bogor, Transmart, SMPN 5 Bogor, Mall BTM, Sekolah Kesatuan, Kecamatan Bogor Utara, Kecamatan Bogor Timur, SMK 2 Bogor, Kinderfield dan SMPN 14 Bogor.
 
“Kita saat ini sudah mampu untuk menargetkan satu hari 17 ribu vaksin sebetulnya. Tapi sangat tergantung kepada suplai vaksin dari pusat. Kalau suplai vaksin dari pusat lancar, Oktober Insya Allah bisa selesai. Tapi kalau suplai tersendat pasti akan mundur lagi,” pungkasnya.
Editor : Redaksi