Ticker

6/recent/ticker-posts

Manuver Bisnis Esteh Indonesia di Tengah Pandemi


KABARPOSNEWS.CO.ID.Pandemi Covid-19 yang masih melanda berdampak terhadap banyak sektor, tak terkecuali sektor food and beverage. Namun, di tengah tekanan tersebut, gerai minuman teh asal Bogor, yakni Esteh Indonesia terus berupaya ekspansi dan menjaga pertumbuhan dengan melakukan manuver bisnis.

Tercatat, dalam dua tahun perjalan Esteh Indonesia sudah memiliki sekitar 300 outlet yang tersebar di tanah air. Komposisinya, 70 persen outlet berada di Pulau Jawa, sisanya tersebar di luar Pulau Jawa. 

Gerai terbesar baru saja diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya bersama CEO Esteh Indonesia Haidhar Wurjanto dan para founder lainnya di Jalan Achmad Adnawijaya, Tegal Gundil, Bogor Utara, Rabu (18/8/2021).

“Sekarang kita semuanya diuji kemampuan untuk adaptasi. Hari ini saya lihat banyak contoh keren orang-orang Bogor yang surviving dan struggling, salah satunya Haidhar dan teman-teman Esteh Indonesia,” ungkap Bima Arya.

Menurutnya, Esteh Indonesia tidak saja beradaptasi dengan membuka peluang bisnis baru, tapi juga membantu warga yang kesulitan di tengah pandemi. “Banyak menyumbang ke Posko Logistik, mudah-mudahan berkah dan mudah-mudahan rejekinya terus mengalir dan saya juga bangga karena ini produk yang asli Bogor, sekarang sudah 300 seluruh Indonesia. Dan yang pasti, saya senang karena bisa mempekerjakan banyak karyawan, total ada 1.200 karyawan,” ujar Bima.

Apa yang dilakukan Haidhar dan rekan-rekannya ini, kata Bima, bisa menjadi inspirasi bagi entrepreneur muda lainnya. “Ini contoh entrepreneurship yang baik yang bisa menjadi contoh anak-anak muda. Modal awalnya ketika memulai bisnis ini cuma Rp 5 juta, sekarang jadi luar biasa. Saya doakan go international,” imbuhnya.

Bima juga berharap agar ekonomi Kota Bogor bisa kembali bergairah lantaran angka-angka kasus Covid-19 terlihat cukup terkendali. “Sekarang RS sudah terkendali, angka keterisian tempat tidur sudah mulai rendah. Awal-awal PPKM di atas 87 persen, sekarang Alhamdulillah 30 persenan saja. Kemudian angka kasus positif harian juga semakin turun, pas PPKM puncak kita sempat 700 kasus per hari, kemarin 60-an saja. Jadi, semua indikator sudah membaik, saya maunya ada relaksasi-relaksasi. Bukan hanya pekerja bulanan, pekerja harian juga banyak terdampak,” terangnya.

“Rumah makan, cafe, resto, saya lihat semuanya cukup taat prokes. Mudah-mudahan Bogor tetap bertahan di situasi yang terkendali sehingga kita bisa ke level 3,2,1, supaya semuanya kondusif, semuanya bisa nyaman lagi bekerja dan mengais rejeki,” tambahnya.

Di tempat yang sama, CEO Esteh Indonesia Haidhar Wurjanto mengaku bangga bisa meresmikan head office sekaligus outlet Esteh Indonesia special tea terbesar di tengah pandemi. 

“Kenapa kita memberikan nama Indonesia di brand kita? memang sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita ingin bikin brand yang go internasional, bisa bersaing di kancah internasional. Dengan sumber daya alam yang baik, dengan sumber daya manusia yang baik kita rasa kita mampu,” ujar Haidhar.

Bermula dari modal Rp 5 juta, kata Haidhar, akhirnya Esteh hingga saat ini mampu membuka sampai 300 outlet. “Dan kita tidak akan berhenti sampai 1.000 outlet di Indonesia,” katanya. 

Ia membeberkan, Esteh Indonesia merupakan brand asli Bogor, Jawa Barat. Di mana Jawa Barat itu merupakan produksi teh nomor satu di Indonesia dengan 90.000 ton teh per tahun. 

“Ini menjadi PR kita juga, saat ini industri teh lagi menurun produksinya. Kita butuh sumber daya manusia, pemuda-pemuda yang kreatif, aktif dan inovatif untuk memajukan seluruh pemangku kepentingan demi kemajuan bersama, demi memajukan dan membanggakan bangsa dan negara. Semoga pada hari ini dan ke depannya, kita bisa berjaya lagi, bisa membanggakan lagi, bisa maju mewakili Indonesia untuk go international,” pungkasnya.
Editor Redaksi