Ticker

6/recent/ticker-posts

Pertanian Jalan Kemerdekaan Ekonomi Bagi Rakyat Aceh

Kabarpost news.co.id l Aceh Utara - Aktivis milenial Aceh Hasriadi yang akrab disapa (Dekgam) mengatakan salah satu issu penting saat ini dibahas dalam setiap konferensi, baik itu konferensi nasional maupun internasional adalah issu tentang pertanian.

Hampir semua Negara yang ada di dunia bersepakat bahwa sektor ekonomi pertanian menjadi jalan keluar atas kemiskinan, keterpurukan yang dialami oleh Negara Berkembang belakangan ini. Apalagi ditengah krisis kesehatan global covid-19. Yang Pada saat ini menjadi permasalahan seluruh Negara berkembang. 

Pada masa depan kita akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan dan keputusan yang sulit, jika tidak kita siapkan dari sekarang. 

Seperti yang kita ketahui bahwasanya kurang lebih lima puluh persen masyarakat Aceh menggantungkan hajat hidup pada sektor pertanian. 

Kemudian ketika kita Berbicara tentang pertanian artinya kita berbicara tentang kompleksitas natura resource yang kita miliki, yaitu tentang pertanian (agriculture) kehutanan(foresty) peternakan (livestock) dan perikanan  (fishery) 

Salah satu faktor krusial yg harus dibedah pemerintah adalah masih banyak petani kita yang masih menggunakan cara cara lama dalam bertani, kemudian masih ada ketimpangan demografis tenaga kerja pertanian, artinya banyak petani profesi kita berusia 50-60 tahun, ini adalah fenomena aging farmer. Untuk mengatasi persoalan ini perlu regenerasi sumber daya manusia (SDM) yang merupakan faktor penting dalam membangun pertanian berkelanjutan. 

Selain aging farmer juga ada beberapa faktor lain. Seperti sosio kultural, masih ada anggapan profesi pertanian sebagai profesi yang kuno, kemudian tidak ada jaminan akses pasar sehingga pertanian dianggap tidak menjanjikan.kurangnya perhatian pemerintah sehingga ekonomi pertanian hanya dikuasai oleh segelintir orang (oligarki). Dan masih banyak masyarakat Yang gagal paham terkait ekonomi pertanian sehingga anak muda yang berpendidikan tinggi cendrung menghindar untuk berprofesi sebagai petani. 

Padahal kita  rakyat aceh khususya bertumpu pada pertanian sebagai tulang punggung penggerak perekonomian, dimana aceh adalah daerah agraris, kemudian nenek moyang kita juga petani yang sudah mengajarkan dan menurunkan budaya bertani yang hidup dan menghidupkan

dalam philosophi rakyat aceh juga diterangkan "Ureung meulaot ngen ureung meugo dua samlako punca utama, nyankeuh pangkai bagi geutanyo hudep lam nanggro makmu seujahtra."

Maka tugas kita sekarang baik Pemerintah, maupun Stakeholder yang ada untuk mengupayakan modal pengetahuan dan teknologi kepada seluruh rakyat Aceh , untuk sama-sama mengubah citra buruk sektor pertanian yang disalah pahami, bahwa sesungguhnya pertanianlah jalan keluar untuk sampai pada kemerdekaan ekonomi yang kita cita-citakan bersama.

Pewarta : Bung Jal
Editor     : Redaksi