Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : KAOS KAKINYA SUDAH LONGGAR


Opini Kabarposnews.co.id.Semoga Ibu Iriana atau Paspampres lihat foto ini, agar bisa segera mengganti kaos kaki sang Presiden yang terlihatnya seperti sudah mulai longgar karena intens dipakai untuk blusukan ke berbagai pelosok negeri ini.

Jokowi yang sederhana dan merakyat ini, orangnya memang sangat apa adanya dan tidak neka neko, selain yang ada di otaknya hanya memikirkan bagaimana bangsa dan negara ini maju, hingga luput memikirkan kaos kakinya, apalagi hingga yang bermerek.

Jokowi sangat mencintai negerinya. Juga sangat mencintai produk-produk bangsanya sendiri, yang membuat dirinya selalu mendorong UMKM untuk tumbuh berkembang, hingga waktunya sangat terbatas untuk berkumpul bersama keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri. Jadi boro-boro memikirkan kaos kakinya yang terlihat longgar.

Apalagi yang namanya kaos kaki, biasanya hanya dirinya saja yang tahu. Bisa jadi karena dipakainya pun sudah nyaman. Karena dari pengalaman penulis sendiri, kaos kaki yang masih baru bila dipakai dalam waktu lama atau seharian, bisa membuat kulit gatal karena karet paling atas sangat menjepit kaki.

Lalu malukah Jokowi pakai kaos kaki buatan lokal yang sudah mulai longgar? Karena pasti akan disorot media bila momennya seperti ini, dimana Jokowi buka pasang sepatu di tengah-tengah rakyatnya. Tentu saja tidak. Lalu tidakkah khawatir nanti jadi bahan rundungan lawan-lawan politik dan para pemujanya? 

Setidaknya akan dikatakan sebagai pencitraan, sok merakyat, dan sebagainya. Disebut pencitraan sudah tak terhitung, bahkan difitnah, dicaci, dihina, dan direndahkan sudah biasa.

Anjing menggonggong, khafilah berlalu. Semua itu hanya buang-buang waktu. Lebih baik  semua itu dijawabnya dengan kerja, kerja, dan berkarya, hingga dunia mengakuinya, dan hasilnya mayoritas puas dengan kinerja, dan outputnya. Bahkan sebagian besar rakyatnya justru semakin mencintainya. Prosentasi yang tak menyukainya kecil. Itu pun segelintir elite oposan, dan barisan sakit hati.

Jokowi sudah selesai dengan dirinya. Maka dengan wajah lelahnya, ia akan tuntaskan tiga tahun sisa pengabdiannya bagi tanah air ini dengan segenap hatinya. Ia jarang mengambil jatah liburnya. Bahkan dalam sehari hanya maksimal tiga jam untuk waktu tidurnya. Oleh karena itu, kami tak akan membiarkan dirinya seolah bekerja seorang diri, tapi kami yang waras ini akan tetap bersamanya:



Oleh: Wahyu Sutono
Editor Redaksi