Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : Skandal Mega Korupsi Aceh "Menggila", Pak Jokowi Tolong kami

Opini Kabarposnews.co.id.Aceh.- Kehadiran KPK di Aceh beberapa bulan lalu masih menyisakan tanda tanya besar bagi rakyat Aceh, para oknum yang diduga dilakukan oleh pejabat pemerintah Aceh yang turut terperiksa ikut tersandera dalam ombang ambing kasus yang tak kunjung muaranya. 

Konon katanya terindikasi Mega korupsi yang di endus oleh Penyidik KPK dalam skema program anggaran Multi Years Contract ( MYC ) sampai saat ini belum ada titik terang dari lembaga anti rasuah tersebut.

Hal ini dimaksud tentu berdampak pada tergerusnya kepercayaan ( trust ) rakyat Aceh terhadap pemerintah pusat serta keseriusan lembaga penegakan hukum yang ada di Indonesia khususnya KPK. Tak anyar bila sebagian stake holders di Aceh menilai KPK hanya bertamasya di Aceh dengan Dana SPPD penyidikan dari Pajak yang dipungut atas rakyat. 

Harapan kami dan rakyat Aceh hanya dengan momentum kehadiran presiden Joko Widodo di provinsi Aceh, tentunya tidak hanya kegiatan ceremonial seremonial kunjungan kenegaraan saja, namun yang menjadi harapan besarnya adalah bagaimana keseriusan pemerintah pusat dalam menyelesaikan berbagai persoalan Aceh yakni kasus Mega korupsi yg sampai saat ini masih hanya diperbincangkan di media massa. 

Mulai tak jelasnya skema recofusing oleh Pemerintah Aceh, penanganan covid 19 yang “ Auto pilot “ serta dugaan skandal mega korupsi Anggran MYC baik itu Aceh hebat, gedung Oncology hingga MYC pembangunan jalan tembus lingkar Aceh dan bendungan di Aceh. 

Rakyat Aceh berharap presiden tidak menutup mata terhadap penderitaan rakyat Aceh dari brobok nya sistem pemerintahan di bawah kendali Rezim Saat ini Karena keistimewaan Rakyat Aceh yang diberikan negara bukan semudah Daerah khusus DKI Jkarta dan Daerah istimewa Jogja, tapi kami orang aceh meraih dana otsus itu dengan nyawa, air mata, dan amisan darah korban konflik aceh selama 32 tahun dan musibah gempa dan tsunami pada 17 tahun yang silam. 

Sehubungan dengan narasi deskriptif yang kami uraikan secara holistik di atas, izinkan Kami Majelis Pemuda Aceh Menyatakan Sikap : 

1. Meminta presiden Joko Widodo Agar mempertegas kinerja KPK dalam penuntasan kasus Mega korupsi di Aceh. KPK terkesan tidak transparan dan tidak serius dalam menetapkan status hukum yg diduga dilakukan oleh oknum Pejabat Aceh yg diduga terindikasi melakukan praktek Korupsi,. 

Presiden bongkar dana otsus yang digunakan sesuka penguasa Aceh, dana recofusing, skandal apendiks, skandal wastafel dinas pendidikan, skandal benih ikan di DKP, bagi bagi Angpao utuk OKP / OKK tanpa peruntukan yang jelas dari sumber dana recofusing, dan teranyar mega scadal MYC Di Aceh terutama Pengadaan Kapal Aceh hebat yang menuai polemik berkepanjangan di media nasional dan lokal. 

2. Meminta Presiden Joko Widodo untuk menindak tegas kepada oknum
Pejabat Aceh yang diduga telah melakukan penyalahgunaan anggaran refocusing untuk Aceh, yang sudah jelas2 bertentangan dengan aturan hukum. Dan penangangan Covid 19 di Aceh wajib diambil alih secara totalitas oleh pemerintah pusat, karena pemerintah aceh 1/2 mengurus rakyatnya.

3. Meminta presiden Joko Widodo untuk mempertegas kinerja lembaga penegak hukum yang ada di Aceh, yang terkesan masih berjalan lambat dalam mengeksekusi kasus2 indikasi korupsi, yang bisa berdampak buruk bagi stabilitas sosial, keamanan dan politik di Aceh.

4. Meminta presiden Jokowi untuk menjawab persoalan atas penyidikan KPK di Aceh agar kami dan rakyat aceh tidak menilai upaya penyidikan KPk di Aceh beberapa waktu lalu hanya bertamasya kopi di Provinsi Aceh. 

5. Pak Presiden Jokowi di dunia ini Kami hanya berharap kepada bapak seorang utuk menjawab segala persoalan rakyat Aceh, selebihnya kami hanya bisa berdoa dan berharap kepada Tuhan semesta utuk melaknat para oknum para pejabat  koruptor uang rakyat aceh. 

Demikian harapan kami demi terwujudnya pemerintah Aceh yang bersih, serta berkeadilan dengan penuh kedamaian yang berkelanjutan bagi rakyat aceh khusus dan rakyat Indonesia umumnya, Merdeka.

Editor Redaksi
Opini
Terima kasih telah membaca website kami