Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemerintah terus mendorong dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

Kabarposnews.co.id.Pemerintah terus mendorong dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, terutama di kawasan PPKM level 1 sampai 3. Saat ini sudah ada 40 persen sekolah yang sudah melaksanakan PTM terbatas.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan angka tersebut masih kecil. Pasalnya diketahui juga bahwa 99 persen wilayah Indonesia sudah berada di level 3.

“Alhamdulillah sudah 40 persen sekolah mulai tatap muka tapi masih angka yang sangat kecil,” terang dia dalam webinar Bangkit Bareng, Selasa (28/9).

Menurutnya, dampak emosional dan kognitif akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) tidak bisa diremehkan, solusinya adalah PTM. Untuk itu, dia pun mengaku geram apabila ada satuan pendidikan yang tidak melaksanakan PTM terbatas meskipun kondisi wilayahnya relatif aman.

Terlebih lagi apabila diketahui wilayah minim infrastruktur, namun tetap memaksakan PJJ. Sebab, Nadiem merasa bahwa mereka seolah-olah tidak belajar.

“Dan saya suka marah setiap kali ada berbagai daerah yang mungkin koneksi internet aja tidak ada, gawai aja tidak ada dan sekolah-sekolah itu diperbolehkan saja melakukan PJJ, artinya mereka tidak sekolah dan harusnya setiap masing-masing daerah tidak melakukan itu,” imbuhnya.

Kalau sekolah itu tidak bisa atau murid tidak melakukan PJJ, harusnya dicarikan solusi PTM dari dulu itu. Oleh karena itu, hal ini kata dia menjadi perjuangan baru pemerintah dan kementeriannya.

“Jadinya kalau kita ngga mau semakin ketinggalan lagi anak-anak harus tahu tatap muka dengan protokol kesehatan yang teraman yang bisa kita lakukan di masing-masing daerah,” tutup Nadiem. 

Sumber [JAWAPOS]
Editor Redaksi