Ticker

6/recent/ticker-posts

Presiden Jokowi Tepati Janji,90 Ton jagung Seharga Rp.4.500 Perkilo Tiba di Jawa

Kabarposnews.co.id.Bantuan jagung yang dijanjikan Presiden Joko Widodo tiba pagi hari ini di Blitar, Senin (20/9/2021).

Dalam pertemuan dengan sejumlah peternak di Istana beberapa waktu lalu, Presiden menjanjikan akan memberikan bantuan 30.000 ton jagung bagi peternak ayam di beberapa wilayah.

Tahap pertama, 90 ton jagung dengan harga Rp 4.500 per kilogram dikirimkan ke Blitar dengan menggunakan tiga truk.

Salah satunya diantar ke gudang milik Suroto di Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan.

90 Ton Jagung Tiba di Blitar

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Asifun mengatakan, jagung sebanyak 90 ton itu telah tiba serempak pagi hari ini di Blitar.

Rofi mengatakan, jagung tersebut merupakan bagian dari bantuan 30.000 ton jagung dari Presiden Jokowi bagi peternak di tiga sentra wilayah di Jawa dan Sumatera.

"Yang hari ini datang sebanyak 90 ton, 30 ton di antaranya diturunkan di sini (gudang Suroto)," ujar Rofi kepada wartawan, Senin.

Adapun 60 ton jagung diturunkan di gudang koperasi yang dimiliki oleh PPRN, yaitu koperasi PUTERA Blitar, di Kecamatan Ponggok.

"Ini adalah jagung yang dikondisikan harganya dibantu Pak Mentan yang hari ini datang tahap pertama sebanyak 90 ton," tambahnya.

Rofi mengatakan, sebenarnya bantuan jagung sebanyak 30.000 ton itu bukan hanya  diperuntukkan bagi peternak ayam di Blitar, melainkan juga peternak di Klaten, Jawa Tengah, dan Lampung.

Rofi mengaku belum mengetahui berapa total jatah yang akan diberikan untuk peternak Blitar dari bantuan 30.000 ton jagung seharga Rp 4.500 per kilogram itu.

Namun, dia memastikan, 90 ton jagung yang sudah tiba hari ini adalah pengiriman tahap pertama.

Rofi juga mengatakan, berbarengan dengan pengiriman 90 ton jagung itu, Presiden Jokowi secara terpisah juga mengirimkan 20 ton jagung khusus untuk Suroto.

"Jadi total hari ini datang jagung 110 ton, tapi yang 20 ton itu pemberian Pak Presiden untuk Pak Suroto pribadi," ujar Rofi.

Rp 4.500 per kilogram Sesuai Permendag

Bantuan jagung sebanyak 30.000 ton itu, lanjut Rofi, merupakan salah satu keputusan Jokowi saat bertemu sejumlah peternak ayam, termasuk dirinya dan Suroto, di Istana Kepresidenan pada Rabu (15/9/2021).

"Waktu itu Pak Jokowi memutuskan akan membantu peternak ayam dengan 30.000 ton jagung seharga Rp 4.500 per kilogram," ujarnya.

Acuan harga Rp 4.500 per kilogram, tambahnya, didasarkan pada harga yang sudah lama ditetapkan sendiri oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag).

Rofi mengakui, harga Rp 4.500 itu juga yang diminta oleh peternak ayam pada pertemuan dengan Jokowi.

Presiden pun menjawab dengan komitmen menyediakan 30.000 ton jagung. Meskipun demikian, harga itu jauh di bawah harga pasar saat ini yang berada di atas Rp 6.000 per kilogram.

Rofi menolak jika disebut harga yang ditetapkan Permendag itu terlalu rendah dan merugikan petani.

"Kami menyebutnya itu harga wajar yang ditetapkan oleh kementerian-kementerian terkait, apalagi harga telur hari ini murah," ujarnya.

Mekanisme distribusi
Menurut Rofi, dari 30.000 ton jagung bantuan yang dikirim oleh Kementerian Pertanian, berapa pun jatah bagi peternak Blitar akan didistribusikan melalui Koperasi PUTERA.

Rofi mengatakan, para peternak dipersilakan untuk membeli jagung bantuan pemerintah tersebut di gudang koperasi dengan harga Rp 4.500 per kilogram.

"Koperasi tidak akan mengambil marjin. Intinya Rp 4.500 di gudang koperasi. Koperasi juga akan membayar dengan harga yang sama ke pemasok yang ditunjuk oleh Kementerian," kata dia.

Menurut Rofi, pada dasarnya bantuan jagung itu diperuntukkan semua peternak di Blitar.

Namun, karena yang mendapatkan mandat pendistribusian adalah Koperasi PUTERA maka anggota koperasi yang akan diprioritaskan.

"Semua peternak bisa membeli, tapi akan diutamakan anggota koperasi dulu," ujarnya.

PPRN, kata Rofi, memiliki anggota sekitar 2.000 peternak rakyat di Blitar, yaitu peternak dengan kepemilikan ayam petelur di bawah 20.000 per orang.

Menurut Rofi, Blitar adalah daerah pemasok telur terbesar di tingkat nasional dengan produktivitas antara 1.000 hingga 1.200 ton telur per hari dan kebutuhan jagung per hari antara 1.000 hingga 1.500 ton.

Rofi memperkirakan ada lebih dari 5.000 peternak di Blitar dengan total populasi ayam antara 20 hingga 25 juta ekor, meskipun data BPS menyebutkan bahwa total peternak ayam petelur di Blitar hanya 4.300 orang.

Meski demikian, kata dia, sekitar 80 persen dari jumlah peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar tergolong peternak rakyat dengan kepemilikan ayam di 20.000 ekor ke bawah. 

Sumber [KOMPASCOM]
Editor Redaksi