Ticker

6/recent/ticker-posts

Menperin Dorong Perkuat Alat Pertanian Agar Tidak Impor

Kabarposnews.co.id.Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang mendorong agar industri kecil menengah (IKM) banyak memproduksi alat pertanian. Hal itu agar Indonesia tak perlu lagi impor alat pertanian.

"Tadi lengkap, cangkul, celurit alat-alat pertanian itu sebetulnya nggak ada lagi alasan untuk kita dapatkan dari impor. Karena pasti kita bisa produksi, sebetulnya teknologinya sangat sederhana," ucap Agus usai meninjau Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) di Jalan Sangkuriang, Kota Bandung, Jumat (8/10/2021).

Agus mengatakan kualitas produksi dalam negeri tak kalah dari barang impor. Terlebih dari hasil pengamatannya, dia melihat industri dalam negeri sudah sanggup untuk memproduksi peralatan pertanian.

"Tidak ada alasan impor, tinggal kemauan dari usernya, dan kita juga harus melakukan sosialisasi, kepada petaninya," kata Agus.

Untuk harga yang ditawarkan sendiri cukup terjangkau. Bahkan Agus mengatakan metode pembiayaan bisa 'dikawinkan' dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Itu juga kita bisa kawinkan dengan program kur misalnya yang sudah disiapkan pemerintah dengan jumlah yang besar, karena fokus kita ketahanan pangan, jadi itu bisa jadi kontribusi BBLM ini untuk pertanian," katanya.

Agus menambahkan penguatan produksi dalam negeri ini turut dapat membantu mendongkrak perekonomian tanah air. Pemerintah, kata dia, siap membantu untuk penguatan tersebut.

"Jadi yang kaitan dengan keselamatan, produk yang memberi jaminan keselamatan itu sangat serius kita perhatikan dan juga produk yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi, misalnya lewat sektor pertanian. Seharusnya kita sudah sampai ke titik ini, bahwa pertanian dasar yang belum mekanis, seperti cangkul dan sebagainya itu seharusnya sudah bisa diproduksi di dalam negeri, kita dorong agar IKM itu bisa produksi," ujarnya.

"Kita siapkan produksi IKM-nya, termasuk mesin tiga axis itu kita siapkan supaya bisa diserap oleh IKM, nanti kita bisa memakai skema KUR pada satu mesin CNC itu, tadi saya tanya itu harga jualnya sekitar Rp30 juta. Kita sinergikan dengan prograk kur dan IKM, pertama mekanisme dari IKM itu bisa disuplai oleh kita sendiri, lalu IKM juga produktivitasnya akan lebih efisien," kata Agus menambahkan

Sumber . [DETIKCOM]
Editor Redaksi