Ticker

6/recent/ticker-posts

Opini : Pemuda Indonesia adalah pewaris alami dari para pendahulunya


OPINI KABARPOSNEWS.CO.ID.Gerakan pemuda di Indonesia adalah pewaris alami dari para pendahulunya.  Dalam perjalanan sejarah bangsa, kaum muda selalu memainkan peran penting dan revolusioner. Terutama pasca milenia, gerakan pemuda di seluruh dunia pada dasarnya melawan generasi tua yang telah mapan, yang pada masa mudanya juga melakukan gerakan yang sama.

Tapi benar, setiap generasi pasti berbeda. Setiap pemuda mempunyai peradabannya masing-masing, termasuk musuh-musuhnya sendiri. Satir Jon Savage dalam The Creation of Youth; "musuh pemuda adalah perbedaan usia".

Berbagai protes pemuda hari ini menunjukkan kaum muda ingin mempertahankan pandangan kritis dan rasa agensi politik, meski pragmatisme politik kadang tercium anyir. Banyak pemuda terjebak dalam semboyan sirkular bahwa untuk menjadi sukses kelak di usia dewasa, mereka harus "memberontak" hari ini agar sejarah bisa mencatatnya di masa depan.

Namun tidak sedikit juga sebagian pemuda yang memaksakan diri untuk melawan kemapanan agar bisa merebut pekerjaan orang dewasa lebih cepat dari waktunya. Karl Mannheim pernah bercanda dalam jurnalnya, "gerakan pemuda seringkali bukan karena reaksi kebijakan politik, tapi estafet perlawanan turun temurun untuk melawan usia yang lebih dewasa".

Ada yang berbeda. Semua ini tidak terjadi dengan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Jika para pemuda pada tahun 1908 telah menyadari pentingnya persatuan untuk melawan penjajah, generasi muda berikutnya 20 tahun kemudian justru mewujudkan kesadaran itu dalam sumpahnya. Teori Jon Savage tentang "distinction of age" pada momen Sumpah Pemuda 1928 tidak berlaku. Tidak ada pragmatisme politik; yang mengerahkannya adalah kesadaran bernegara dan tujuannya adalah kedaulatan negara.

Pemuda hari ini entah pada bagian yang mana. Yang jelas, yang dianggap sebagai "magnum opus" siklus gerakan pemuda kita terjadi pada 1908, 1928 dan 1998. Hari ini tahun 2021. Tidak ada angka "delapannya". Klenik? Bukan! Tapi fakta. Gerakan pemuda hari ini melibatkan kepentingan orang-orang dewasa di belakangnya untuk menggugat orang dewasa lainnya. Itulah bedanya dengan Sumpah Pemuda 1928.

#lawanintoleransi
#antiradikalisme
#lawanpolitisasiagama

Islah Bahrawi
Opini 
Editor Redaksi