Ticker

6/recent/ticker-posts

Pesawat CN 235 Pakai B30

Kabarposnews.co.id.Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan B30 dinilai berhasil dalam menurunkan gas rumah kaca. Pada tahun 2020, terjadi penurunan hingga 23,3 juta karbondioksida.

"Kebijakan B30 telah berkontribusi dalam penurunan gas rumah kaca sebesar 23,3 juta karbondioksida di tahun 2020," kata Airlangga dalam sambutannya di Seremoni Keberhasilan Uji Terbang CN 235 dengan Bioavtur, Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Penggunaan B30 juga telah mengurangi impor solar sekaligus menghemat devisa negara dengan implementasinya hingga USD 8 miliar. Untuk itu pemerintah menargetkan penggunaan B30 mencapai 9,2 juta kilo liter agar bauran kebijakan 23 persen energi baru terbarukan bisa tercapai di tahun 2025.

"Kami terus dukung B30 yang ditargetkan 0,2 juta kilo liter dengan 23 persen bauran energi baru terbarukan di tahun 2025," kata dia.

Airlangga menjelaskan, penggunaan kelapa sawit sebagai bahan bakar dinilai lebih efektif ketimbang sumber minyak nabati yang lainnya. Untuk penggunaan 1 tn minyak kelapa sawit hanya membutuhkan 0,3 hektar lahan. Lebih kecil ketimbang penggunaan reddit oil yang membutuhkan 1,3 hektar, sunflower oil 1,5 hektar dan soy bean oil 2,5 hektar. Terlebih Indonesia telah menguasai 55 persen pasar kebutuhan sawit dunia.

"Indonesia negara terbesar yang kuasai sawit hingga 55 persen dunia. Dibandingkan komoditas pesaing, sawit lebih efektif dengan 1 ton minyak sawit dibutuhkan 0,3 hektar lahan," tutur Airlangga. 

Sumber LIPUTAN6]
Editor Redaksi