Ticker

6/recent/ticker-posts

LMND ACEH GELAR AKSI DI DPRK LHOKSEUMAWE


Kabarposnews.co.id - Lhokseumawe | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi di depan kantor DPRK Kota Lhokseumawe pada Senin 15 November 2021.

Aksi tersebut dilakukan untuk meminta kepada KPK memeriksa Erick Tohir dan Luhut Binsar Panjaitan terkait dugaan adanya permainan harga PCR yang sempat menyentuh harga Rp. 2 juta. 

Koordinator lapangan Marta Beruh mengatakan, sepanjang 2020 hingga 2021 harga PCR sering berubah-ubah, dan banyak perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis PCR untuk meraup keuntungan pribadi.

"Harganya sempat menyentuh Rp. 2 juta pada 2020, dan saat ini harga PCR berubah menjadi Rp. 275 ribu untuk wilayah Jawa Bali, dan Rp. 300 ribu diluar Jawa dan Bali," ujarnya. 

Menurut Marta, permainan harga tersebut membuat rakyat bingung dan susah untuk mendapatkan tes PCR, harga PCR yang berubah-ubah merupakan satu tindakan yang menyeleweng dilakukan oleh dua Mentri Jokowi yaitu Erick Thohir dan Luhut.

Indikasi korupsi semakin mengguat setelah Tempo melakukan serangkaian investigasi terkait bisnis PCR yang menyeret nama Luhut Binsar Panjaitan Menteri Koordintor Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), dan Mentri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

“Oleh karena itu kami meminta kepada KPK untuk segera melakukan pemangggilan dan pemeriksaan kepada dua Menteri tersebut,” katanya.

Selain itu, LMND juga mendesak KPK untuk melakukan sapuh bersih koruptor di Aceh, dan meminta DPRK untuk memanggil Wali Kota serta mendesak KPK untuk mengaudit harta kekayaan dari Wali Kota Lhokseumawe.

“Kita datang ke DPRK hari ini karena Dewan Perwakilan Rakyat memiliki kontrol bisa melakukan pemanggilan kepada Wali Kota terkait banyaknya program yang tak jalan dan gedung-gedung mangkrak,” paparnya.

Reporter  : Petak
Editor       : Redaksi