Ticker

6/recent/ticker-posts

PTM Terbatas Di SMA Negeri 1 Dramaga Dilaksanakan Sesuai Prosedur Disdik Provinsi Jabar



Bogor, kabarposnews-co.id-Pembelajaran Tatap Muka (PTM)  terbatas di Sekolah Menengah Atas (SMA)  Negeri 1 Dramaga,  berlokasi di Jl.Raya Dramaga,  KM 07, Desa Dramaga,  Kecamatan Dramaga,  Kabupaten Bogor,  dilaksanakan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik)  Provinsi Jawa Barat (Jabar). 

Dengan bukti setiap hari siswa dicek suhu tubuh, kemudian setiap kelas disiapkan westafel cuci tangan dan handsanitizer, serta pembagian kelasnya setengah yaitu 50 % dari 1200 jumlah siswa.Absen satu sampai dengan 18 untuk minggu pertama dan minggu kedua dari 19 sampai 36, juga terbagi dua sesi setengah masuk, setengah dirumah, namun tetap mendapat hak melalui aplikasi, dan durasi belajar diperpendek hanya 25 menit perjam.

“PTM terbatas SMAN 1 Dramaga dilaksanakan sesuai dengan prosedur Disdik provinsi Jabar. Terkait teknis protokol kesehatan,  kita sudah menjalankannya insya Allah dengan baik”, kata Mahmud Husaini Fikri selaku staf humas SMAN 1 Dramaga pada Senin (8/11).

Menurut Mahmud, Alhamdulilah hampir seluruh siswa SMAN 1 Dramaga sudah tervaksin termasuk guru-gurunya, hanya ada beberapa siswa atau guru yang belum divaksin berhubungan dengan kondisi kesehatan, maka tidak diberikan vaksin, pada prinsipnya hampir 96 % sudah divaksin, itu hasil dari aplikasi peduli lindungi.Dan menurut informasi, nanti akan ada aplikasi peduli lindungi khusus untuk sekolah, terang Mahmud.

Harapan kami, mudah-mudahan covid cepat berlalu, kemudian target Pemerintah terhadap vaksin ini minimal 50% penduduk Indonesia terpenuhi, supaya kita bisa normal kembali.

Karena memang hambatan bagi kami sebagai pendidik dengan jumlah siswa dibagi dua dan durasi diperpendek, selain pembahasannya kurang, sedangkan materi yang harus disampaikan banyak, interaksi siswa dengan guru berkurang,  karena masih terbatas, teknik tidak jadi masalah yang dikhawatirkan psilogis terhadap siswa dan guru jangan terlalu lama juga PTM terbatas ini  takutnya "lost warning" (Hilang Peringatan), Jangan sampai ada yang hilang, pungkas Muhmud.(Rossa).
Editor Redaksi