Ticker

6/recent/ticker-posts

Opini : Masa Depan Keimanan Manusia

OPINI KABARPOSNEWS. CO. ID Ada dua peristiwa besar di dunia yang membangun perkiraan banyak orang bahwa agama-agama akan memudar dan akan semakin ditinggalkan manusia; revolusi Perancis dan kebangkitan komunisme pasca revolusi Bolshevik. Tapi ternyata perkiraan itu salah. Agama tidak pernah tergusur oleh serangan ideologi lain yang secara terbuka ingin melawannya. Semua agama telah teruji ribuan tahun dalam menghadapi agresi dari pihak lain dan agama selalu bertahan dan menang.

Tapi dimana kelak titik pudar keimanan? Dalam "God in the Machine", Megan O'Gieblyn menulisnya begini: "tergantung dari cara manusia menawarkan agama, lebih banyak surga atau lebih sedikit neraka? semua anjuran agama seperti busur yang membungkuk menuju penebusan akhirat, semakin mudah ia mengancam manusia dengan neraka, agama akan semakin menakutkan". Dia lalu membuat alinea tambahan, "di tengah kepungan teknologi yang kelak semakin melekat di badan manusia, keimanan akan semakin tergerus oleh realitas yang lebih mudah ditangkap nalar dan mata".

Kita bisa saja tidak sepaham dengan perkiraan O'Gieblyn. Tapi kesimpulan penting di sini adalah: popularitas agama di masa depan tergantung dari bagaimana cara manusia "menjualnya" hari ini. Karena sejarah bisa ditulis, masa depan hanya bisa dikira-kira. Tapi dari apa yang kita lakukan hari ini, manusia bisa menulis masa lalu dan bisa memperkirakan masa depan.

Pelopor Transhumanisme, Ray Kurzweil, mencirikan kesadaran ketuhanan sebagai proses biologis, yakni pola materi dan energi yang akan bertahan dari waktu ke waktu. "Dengan catatan", kata Kurzweil, "agama yang sulit beradaptasi dengan budaya dan peradaban manusia, akan dihantam oleh ambiguitas dan kebingungannya sendiri".

Dengan kata lain, yang akan menggerus daya tarik agama di masa depan justru "keangkuhan" dari tafsir-tafsir agama itu sendiri. Semakin ia berusaha otentik kepada tafsir-tafsir masa lalu, suatu agama akan semakin dihindari di masa depan. Karena sejatinya agama tidak hanya dirancang untuk peradaban manusia ribuan tahun lalu, tapi juga dirancang untuk kehidupan manusia hingga ribuan tahun mendatang.

#lawanintoleransi
#antiradikalisme
.
Sumber :Islah Bahrawi
Reporter : SHT