Ticker

6/recent/ticker-posts

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Rizki Apriwijaya Dari Partai Gerindra Melihat Depok Nyaman dan Toleran

Anggota DPRK Kota Dwpok Rizki Apriwijaya Dari Partai Gerindra

Kabarposnews.co.id, Depok- Anggota  DPRD Propinsi Jawa Barat  Rizki Apriwijaya  dari Partai Gerindra  turun lapangan  selama Ramadhan 1443 Hijriyah ke Daerah Pemilihan Dapil  Depok jumpai warga dan simpatisannya.

Dijumpai usai melakukan kegiatan silahturahminya Minggu 17  tanggal April  2022,  Rizki yang genap berusia 34 tahun  pada tanggal 7 April lalu mengatakan, selama bu lan Ramadhan 1443 H ini, ia  guna kan untuk menjalin silaturahim seka ligus  mengabarkan  kalau kita  sudah mendekati masa tahun politik.

"Oleh karena itu tentunya dirinya juga menemui Kader Partai Gerindra dimana mereka berada dan kita mencoba untuk memanasi  mesin-mesin partai." terang nya


Dan di bulan Romadhon 1443 H pihaknya juga melakukan  pende katan personal kepada anggota dan juga simpatisan dari Gerindra di mana 2019 sudah banyak mem bantunya

Jadi kesempatan bulan Ramadhan Ini, ia gunakan untuk silahturahmi karena tahun  ini juga tahun politik, maka pihaknya juga  menjumpai tokoh masyarakat yang  pada saat tahun 2019 pemilihan legislatif dan pilpres banyak membantunya partai.

 "Kami juga  sekaligus menyerah kan  sembako kepada warga,Kader Partai Gerindra dan simpatisan, mengingatkan kembali bahwa kita memasuki  tahun  politik pada tahun 2024 oleh karena itu penting untuk memanaskan mesin partai." tuturnya.

Menyinggung tentang hasil survey sebuah lembaga  yang menyebutan Depok sebagai Kota intoleran, Rizki mengatakan tidak sepakat akan hal itu.

Rizki mengatakan  ini sangat mengejutkan , karena selama ini yang dirasakan  tinggal di Sawangan  aman aman saja dan kondusif serta  kehidupan warga rukun rukun  satu dengan lainnya termasuk dalam kehidupan beragamanya.

"Ini sangat mengejutkan.kami pertanyakan  apa variable dan idikatornya,yang dipakai survey tersebut, karena yang  dirinya tahu sebagai warga Sawangan sejauh ini  kehidupan warganya  setempat rukun rukun saja." tegas Rizki.

"Jika pun ada mungkin  karena banyak pendatang dari luar daerah dan kondisi lalulintas yang macet mungkin dari situlah  rasa kurang kurang  nyaman dan harmonis lahir, serta karena tak kenal maka tak sayang." pungkasnya.
(wismo).
Editor Redaksi