Ticker

6/recent/ticker-posts

AYAT-AYAT LUHUR

Nasional kabarposnews.co.id Siapa pernah mengira bahkan mungkin Bung Karno sendiri bahwa antara tahun 1934-1938, sang putra Fajar dalam terminologi pembuangan sebagai interniran politik ke Nusa Nipa, Ende Sare justru menghantarnya menuju titik puncak piramida ayat-ayat luhur : "PANCASILA", ajimat sejarah dan peradaban bangsa yang sudah lama menggelisahkan bathin dan pemikirannya.

"Soekarno, dimana engkau akan menempatkan ibumu yang minoritas itu  ketika negara yang engkau cita-citakan berdiri?". 

Demikian sekelumit pertanyaan reflektif Pater Huithink sahabatnya seorang misionari Katholik yang dekat, sayang dan sangat mencintai perjuangan Bung Karno utuk memerdekakan Indonesia. Itulah peran penting Pastor asal Belanda itu menggugah cakrawala intelektual Bung Karno. Realita "pluralisme" adalah penggenapan. 

Kesempurnaan dari Pancasila. Itulah spiritual Pancasila. 
Persis apa yang ia ungkapkan, "𝓹𝓮𝓻𝓳𝓾𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓽𝓾𝓵𝓾𝓼 𝓲𝓴𝓵𝓪𝓼, 𝓷𝓲𝓼𝓬𝓪𝔂𝓪 𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓭𝓪𝓷 𝓵𝓮𝓵𝓾𝓱𝓾𝓻 𝓫𝓪𝓱𝓾 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓪𝓱𝓾 𝓶𝓮𝓻𝓮𝓼𝓽𝓾𝓲𝓶𝓾". 

Terimakasih BUNG, engkau telah memberikan segalanya hidupmu untuk bangsa ini. 

M e r d e k a...
Reporter : SHT
Editor Redaksi