Ticker

6/recent/ticker-posts

Dianggap Tidak Mencapai Target Hafalan, Pondok Yatim Ar Raudhah Kota Lhokseumawe Diduga Mengeluarkan Murid Secara Sepihak


Kabarposnews.co.id I Lhokseumawe - Sabrini, Seorang janda asal gampong Paya Peunteut Kecamatan Muara Dua yang memiliki tanggungan 3 orang anak yatim, menangis saat mengetahui anaknya di keluarkan pihak pondok Yatim Ar Raudhah (Tahfidhul Qur'an) Gampong Blang Weu Panjoe Kota Lhokseumawe, Selasa (17/05/2022).

"Saya datang saat itu pada hari jumat, dikatakan bahwa anak saya di keluarkan karena kurang mampu hafalan, dia sudah hafal 3 juz tapi diturunkan ke Tahsin dengan alasan apa itu saya tidak tau apa sebabnya di turunkan, dia udah 3 juz sebenarnya," Ungkap Rini.

Supaya anak nya tidak dikeluarkan, Rini pun rela ke Dayah bersikeras supaya anak nya saya diberi kesempatan.

"Karena setau saya sekolah manapun kita pergi pasti ada SP1 dan SP2 nya, tidak mungkin langsung SP 3, tidak mungkin ada kesalahan disitu langsung di keluarkan pasti ada peringatan," Ujar nya.

Lanjutnya, Saya minta keringanan satu bulan saja untuk percobaan ke dia kalau memang tidak mampu dalam satu bulan saya siap anak saya dikeluarkan, seperti itu saya sampaikan ke pihak pondok namun tidak diperbolehkan juga.

"Saya juga kecewa karena waktu mendaftar dulu saya harus membayar uang pendaftaran sebesar Lima Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah (Rp. 5.800.000) karena saya seorang janda bagi saya itu sangat berat," Kata rini sambil menangis dihadapan awak media.

Rini juga menyebutkan, Dia terus menerus memohon kepada pihak pondok supaya memberikan waktu sampai setelah ujian selesai karena menimbang lagi menghadapi ujian, itupun pihak pondok tidak mengizinkan. Tapi hari ini memang kesimpulan orang itu anak saya tersebut keluar, yaudah saya tidak mau berdebat lagi.

"("Gimana dia ujian nanti"), tanya saya lalu kata pihak Pondok ("Ujian gak usah ikut nilai tanggung jawab orang itu"), saya katakan jangan merah semua nanti, tidak katanya," Sebut Rini Menirukan pembicaraan dengan pihak Pondok tersebut.

"Ujian tinggal sebentar lagi ini mau kita masukkan kemana anak kami, Saya tidak membenarkan juga kesalahan anak saya tapi setidaknya ada teguran dulu, saya juga tidak pernah di panggil sebelumnya terkait hal ini, yang parah lagi kesalahan anak orang lain kenapa di limpahkan kepada anak saya.

"Kalau semua anak bodoh itu harus keluar dari pesantren teruss bagaimana dengan negara ini, kalau anak dengan tingkat kecerdasan rendah tidak boleh sekolah bagaimana nasib dia nantinya, menurut saya masih banyak juga anak anak yang hafalan dibawah anak saya tapi tidak dikeluarkan, dan banyak juga anak lain yang bukan anak yatim melalukan kesalahan seperti anak saya tapi tidak dikeluarkan, apa berarti peraturan Dayah khusus buat anak saya yang yatim ini,"Tutup rini.

Sementara itu pihak pondok pesantren Abi Hamdani melalui Bendahara Tgk Ramlan Amd kepada media menyampaikan "yang pertama bukan tidak memberikan peringatan namun peringatan sudah di berikan, masing masing dayah kan ada peraturan dan ketentuan, ketentuan kami bahwa kami dayah tahfiz jadi ada target target yang harus kami kejar, yang kedua menyangkut anak yang kami keluarkan tersebut status beliau adalah anak yatim otomatis disini beliau gratis semua fasilitas gratis semua dan itu adalah gratis anggap saja karena duit dari donatur donatur, seseorang memberikan donasi pada suatu tempat otomatis punya harapan,"Ungkap Tgk Ramlan.

"Contoh orang kasih uang ke saya tapi harapan mereka bahwa anak yang di asuh tersebut punya keberhasilan, menjalankan semua aturan yang di berikan jadi kami pun perlu saya sampaikan, saya disini mewakili guru BP dan beliau menjelaskan bahwa anak tersebut tidak menjalankan tugas apa yang di berikan yang pertama di Hafalan, hafalan di dayah kami setahun 5 juz target, berarti 2 tahun 10 juz, anak tersebut sudah dua tahun di sini, jangan kan hafalannya bahkan sekarang anak tersebut masih tahsin dan hal ini dalam kata lain bahwa ke donatur kami pertanggung jawaban ke donatur kami kan tidak mungkin, dan juga dalam hal ini sudah awal awal kami sampaikan, bahkan kemaren kami kasih hukuman.

"Dan juga hal terburuk anak ini kedapatan main HP bukan manghafal, waktu di kasih teguran tidak di hiraukan dan hal ini tidak bisa kami tolerir, karena untuk anak yatim kami punya target, bahkan tidak mengindahkan teguran yang di berikan oleh guru, yang terakhir karena sudah tahap kedua dan kemudian kejadian yang besar ini, sebenarnya sudah lama guru sampaikan ke kami cuman kami kasih kesempatan, terakhir bahwa kesempatan ini tidak di gunakan, dia masih tahsin,"Ungkapnya.

"kalau dikatakan kami tidak memberi peringatan, orang tuanya yang bahkan tidak mau, bahkan kemaren tidak di tanda tangan malah keluar terus tidak hiraukan kami.

Disaat awak media menanyakan terkait dana pendaftaran Tgk Ramlan melalui whatsapp menyebutkan"Jaman tarikan 4 jtan ... Tahun ini 6.7," ungkap Tgk Ramlan.

Pewarta : Petak
Editor     : Redaksi