Ticker

6/recent/ticker-posts

Halal Bihalal UIKA, Bima Arya Singgung Tiga Pilar Kembangkan Kota


Kabarposnews.co.id Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar Halalbihalal Idul Fitri 1443 H di Aula Prof. Dr. H. Abdullah Siddiq SH, UIKA, Jalan Sholeh Iskandar, Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (10/5/2022). 

Halalbihalal yang rutin digelar setiap tahun ini tidak hanya dihadiri civitas akademik UIKA saja, namun turut mengundang Wali Kota Bogor, Bima Arya.  

"Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar UIKA yang sudah memberikan pengabdian untuk membesarkan Universitas yang kita cintai," ujar Rektor UIKA Bogor, Endin Mujahidin mengawali sambutannya.

Bertepatan dengan halalbihalal ini pula diserahkan sertifikat ISO 9001:2015 kepada unit rektorat dan penandatanganan MoU komitmen menjalankan ISO 21001:2018 kepada lima pimpinan fakultas dan sekolah Pascasarjana. 

Tak hanya itu, UIKA Bogor sudah memperoleh dua SK untuk dua prodi, yakni prodi Ilmu Ekonomi Syarifah dan Manajemen Haji dan Umroh untuk program S1. 

"Kalau di BAN-PT ada penambahan lima prodi baru, jadi prodi di Universitas IBN Khaldun bertambah dari 23 menjadi 28. Sementara 12 prodi masih on going tapi kita targetkan tahun ini sudah selesai," kata Rektor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, saat ini Kota Bogor sudah menjadi Ibu Kota secara de facto, karena Presiden RI tinggal dan berkantor di Kota Bogor. 

Jika dahulu saat ia masih SMP, Kota Bogor, kota yang homogen dimana penduduknya masih 400 ribu jiwa, namun saat ini penduduknya sudah 1,1 juta jiwa dan sangat heterogen. 

Ia meyakini untuk mengelola kota ini, tidak bisa sendirian. Namun dengan tiga pilar yakni, Keislaman, Keindonesiaan dan Keilmuan yang bisa menjadi dasar bagi masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan kota ini.

"Ini harus paralel. Keislaman ini harus dijaga sama-sama, bukan Islam yang membeda-bedakan," jelasnya.

Kedua, Ke-Indonesian yaitu Bogor yang berkembang atas dasar keberagamaan, yang tidak phobia terhadap Islam tetapi juga bisa menyelaraskan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai kebangsaan. 

"Kemudian ketiga adalah semangat kebangsaan dalam menjaga itu semua  yakni keilmuan bagaimana kota ini didorong gagasan ilmu," tegasnya.

Pada kesempatan itu ia menekankan jangan pernah sekali-kali terjebak untuk menjadikan politik dan ekonomi sebagai panglima, tetapi yang lebih besar dan lebih penting ialah kemasyarakatan.

"Ini bisa dicapai jika menggabungkan tiga pilar tadi," tegasnya.

Warga patut bersyukur tinggal di Kota Bogor yang berkarakter. Namun karakter ini harus dijaga dan dikuatkan dengan tiga pilar bersama dengan kampus-kampus. 

"Saya selalu menikmati perbincangan dengan para doktor dan profesor semua sekalian, terima kasih atas masukan dan kritik bagi Pemerintah Kota Bogor. Saya harap di injury time masa jabatan saya dan pak wakil bisa terus dibimbing dan dinasehati apabila ada hal-hal yang perlu dikoreksi. Pemkot akan berikhtiar untuk mendukung perjuangan besar dalam menjadikan UIKA sebagai kampus kebanggaan Indonesia," katanya.

Editor Redaksi