Ticker

6/recent/ticker-posts

Hujan Interupsi Melanda Rapat Paripurna DPRD Kota Depok


Depok.Kabar Pos : Bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Depok, jalan Boulevard GDC Kelurahan Kalimulya Kecamatan Cilodong, dilaksanakan  Rapat Paripurna  secara Daring dan Tatap muka.Selaku pimpinan sidang Yusuf Syahputra  ketua DPRD Kota Depok,mendapat hujan interupsi dari para anggota dewan.Adapun persoalan yang disampaikan yaitu agar pimpinan sidang diganti,Selasa (10/05/22).

Rapat paripurna yang meng-agendakan penutupan Masa Sidang Pertama tahun sidang 2022
dan pembukaan Massa Sidang kedua tahun sidang 2022 serta pembentukan  Alat Kelengkapan DPRD Kota Depok.Rapat kali ini juga di hadiri Walikota Depok Mohammad Idris bersama Wakil Wakil Walikota Imam Budi Hartono.

Kembali kepada persoalan, atas siapa yang  menjadi  pimpinan sidang di warnai pro dan kontra,adu argument dan pendapat terjadi.Namun pada akhirnya,Yusuf Syahputra ketua DPRD Kota Depok atas kesepakatan diterima dan dapat melanjutkan kembali sidang Rapat Paripurna.

Adapun pendapat pro dan kontra yang terjadi saat sidang hendak dimulai,kutipan pendapat dari pantauan wartawan Kabar Pos di antaranya  beberapa  anggota dewan yang terpantau  yaitu,

1.Anggota Dewan Babai Suhaemi berpendapat,
"Bahwa proses rapat pada tanggal 27 April 2022 dengan keluarnya 6 Fraksi dalam rapat, untuk itu dalam kesempatan yang berbahagia ini saya sebagai anggota bahwa rapat paripurna sebagai rapat tertinggi dan dapat menerima , menambahkan , menolak hasil rapat dan karena paripurna ini adalah keputusan yang tertinggi."

"Saya menyampaikan mosi tidak percaya dan kecewa dengan sikap arogansi ketua dan kepada badan kehormatan (BKD), agar menerima surat mosi tidak percaya saya selaku anggota DPRD dan kemarin  kami meminta KDS (Kartu Depok Sejahtera) dimasukan dalam agenda Rapat karena Anggaran KDS itu sebanyak 100 Milyar."

"Guna untuk masyarakat Depok dan tidak ada  kepentingan politik,  kami tidak menghilangkan ketua DPRD dari PKS dan misi tidak percaya bukan tidak ada landasan nya karena ada di kode etik dan Tatip (Tata tertip) DPRD dan kami mendukung Bapak Idris dan Bapak Imam memimpin Kota Depok ini.

2).Anggota dewan Hamzah
"Menanggapi bahwa saya sebagai fraksi Gerindra dan terkait dengan misi tidak percaya dan kami sampaikan,bahwa kami anggota fraksi Gerindra sepakat menyampaikan mosi tidak percaya dan bila mana dalam rapat-rapat tidak dipimpin oleh Ketua DPRD bisa dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD.

3).Anggota Dewan Ikravany
 "Bahwa kami juga mendukung mosi tidak percaya dan meminta kepada ketua DPRD pada hari ini tidak memimpin sidang hari ini, sampai BKD menentukan sikap nya dan pimpinan Rapat dapat di hentikan bila ada usulan dari rapat dan anggota dan hari ini saya, hanya meminta bapak ketua tidak memimpin dalam rapat hari  ini dan bukan berhenti jadi Ketua DPRD dan mohon rapat ini diserahkan kepada wakil ketua."

4) Anggota dewan Juana Sarmili
Menyampaikan juga mosi tidak percaya dan akan mengirim surat kepada BKD atas nama fraksi Golkar

5) Anggota Dewan Igun Sumarno,
"Bahwa fraksi PAN, bahwa posisi ketua DPRD tidak layak  di pertahankan dan kami akan menyampaikan juga mosi tidak percaya."

6) Anggota dewan Ade Suryana 
"Terkait mosi tidak percaya sesuai Tatib yang dibuat, tidak ada aturan nya dan mosi tidak percaya tidak bisa di teruskan dan saya sebagai anggota baru juga sangat kecewa dengan kejadian yang muncul dalam sidang yang lalu dan Komisi D,sudah meminta rapat khusus dengan pemerintah Kota Depok  tentang KDS dan saya meminta pemimpin sidang,harus kompak karena amanah dari anggota dan mari kita bahas bersama dan sesuai aturan ketua bisa melanjutkan sidang."

7) Anggota dewan Edi Sitorus,
"Terkait dengan persoalan dan kami dari Demokrat sudah mentelaah kejadian kemaren ada argumentasi dan ketua Harus paham dalam pungsi nya dan karena ada kejadian  kemarin ketua harus bijak dalam pungsi nya dan karena  dalam memimpin sidang dan oleh karena itu,agar rapat ini berjalan kami juga menyampaikan mosi tidak percaya."

"Hari ini ada tamu kita yaitu bapak walikota dan wakil walikota dan saya berharap kedepan nya bila mana ada usulan dari Anggota agar ditanggapi. Ini sebagai masukan  untuk kerja kita sebagai pelayanan dan pengawasan kepada masyarakat."

8) Anggota Dewan Tajudin Tabri,
"Bahwa selama ini kami selalu berkomunikasi dengan baik dan kita serahkan saja keputusannya sama ketua, apakan mau memimpin sidang ini dan mari kita berikan kesempatan kepada ketua untuk memimpin rapat ini. Diharapkan kedepan nya, usulan-usulan anggota di dengar."

9) Anggota Dewan Qonita,
"Bahwa andai kata waktu itu keinginan kami dipenuhi tidak akan ada kejadian , mohon usulan dan kritikan itu adalah untuk membangun dan jangan saling provokasi dan ketika ada ketukan palu pada tanggal 27 April ketua DPRD boleh mengetuk palu tapi harus ada keputusan dan mari kita cari solusi yang terbaik."

10)Anggota Dewan Hendrik Tangke Alo,
"Bahwa apa yang telah disampaikan oleh Bapak Ade Suryana ( PKS ), bahwa ada komunikasi yang buruk dan saya jelas katakan bahwa Komunikasi kami dengan sesama ketua sangat baik dan kami  menunggu perintah dari pimpinan dan mari kita berikan kesempatan kembali kepada ketua, untuk memimpin kembali rapat ini sambil menunggu keputusan dari BKD."

Masih dilokasi sidang  pada Rapat Paripurna, kemudian pada Tanggapannya  Ketua DPRD mengatakan,"berkenan dengan apa yang disampaikan dan hal-hal yang disampaikan oleh teman-teman anggota DPRD dan saya tidak pernah menyatakan menolak Program KDS itu saya tolak, dalam rapat tanggal 27 April 2022 dan rapat hari ini saya tetap akan memimpin."

Selanjutnya pada akhirnya,pukul 15.13 WIB, berdasarkan kesepakatan anggota rapat, rapat dapat dilanjutkan kembali dan tetap dipimpin oleh ketua DPRD Kota Depok  Yusufsyah Putra.Diketahui,pada undangan rapat paripurna tertera pukul 13.
00.Wib./(*joh).

Editor Redaksi