Ticker

6/recent/ticker-posts

Merasa Objeknya di Kuasai Oleh Orang Lain, Tim Kuasa Hukum Ancam Lapor Polisi


Kabarposnews.co.id Bogor,Mediasi perkara seketa lahan tanah dan bangunan yang dilakukan oleh kedua pihak Tim Kuasa Hukum dengan penjaga lahan tanah dan bangunan kontrakan, beberapa hari yang lalu tidak mendapatkan  hasil yang baik.

Pasalnya, lahan tanah dan bangunan tersebut yang berada di wilayah Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. menurut Kuasa Hukum selaku pemilik lahan tanah dan bangunan yang masih bersengketa bahwa kliennya mempunyai berkas dan hak yang kuat.

" Sebenarnya pada hari ini kita diberi Kuasa oleh klien kita yang dimana klien mempunyai berkas alas hak yang kuat bahwa tanah dan bangunan ini  adalah milik klien kita," ujarnya Pius P Situmorang S.H. dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH )Serikat Pengacara Hukum Progresif ( SPHP).
selaku Kuasa Hukum pemilik lahan tanah dan bangunan yang diberikan Kuasa oleh Japry Burhan Tahir dan Abdul Fatah Tahir, yang merupakan ibu dan anak.

Lanjutnya, Pius Situmorang S.H. menjelaskan, Akan tetapi penguasaan lahan tersebut dikuasai oleh orang lain, yang dalilnya klien kita mempunyai hutang - piutang tetapi sampai pada saat ini selama proses ini sudah lama, tidak bisa dibuktikan atas hutang - piutang tersebut.

" Kalau memang ada pihak - pihak yang mengklaim bahwa objek tanah dan bangunan ini adalah miliknya ia harus membuktikan secara Hukum serta kami mau by data. 
Tetapi pada hari ini saat mediasi tidak ada data yang disuguhkan, namun sangat disayangkan sekali objek tanah dan bangunan (Kontrakan) tersebut di kuasai oleh orang yang kami duga adalah premannisme," ungkapnya Pius Situmorang S.H.

Untuk diketahui, bahwa kasus tersebut sudah 4 tahun berlalu lamanya, Tim Kuasa Hukum sudah melaporkan ke tingkat Polres Kota Bogor maupun ke  Polsek Bogor Selatan  hingga saat ini tidak ada satupun  keterangan maupun jawaban dari penegak Hukum dari Kepolisian kasus ini sampai seperti apa.

Di tempat yang sama yang sama Ustad Abi Arif sebagai toko masyarakat menyebutkan, bahwa kasus tersebut tidak menutup kemungkinan bisa di selesaikan dan pada dasarnya setiap manusia punya hati nurani.

" Saya sebagai toko masyarakat meminta permasalahan ini bisa diselesaikan, yang namanya kezoliman tetap yang namanya bathil dan yang hak itu ada.Tetap kita berantas yang namanya ke zoliman atau kebathilan itu pinsip kita Agama, pada dasarnya kita punya hati nurani siapapun yang melanggar koridor harus di hukum. Yang penting duduknya kita bersama yok mau ga di bina pada intinya kita semua saudara apapun sukunya, dan meminta kepada aparatur Negara khususnya intansi Kepolisian berjalan secara koridor TEGAS, ADIL mana yang hak mana yang bathil tindak tegas," jelasnya Usatad  Abi Arif. 

( tim)
Editor Redaksi