Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : Magis Jokowi

Opini Kabarposnews.co.id Dalam sistem demokrasi kita, calon presiden memang ditentukan oleh partai politik. Tapi pada pilpres 2024 nanti, sepertinya akan ada kejutan.

Kejutan itu berasal dari Presiden Joko Widodo. Meski bukan ketua umum partai, bukan pemilik partai, Jokowi punya magis tersendiri dalam menentukan arah demokrasi.

Banyak pakar menilai, Jokowi adalah king maker peta politik 2024 nanti. Siapapun yang didukung Jokowi, besar kemungkinan dia yang jadi.

Kenapa Jokowi? Karena dia bukan presiden biasa. Di akhir masa jabatannya, Jokowi masih punya bergaining power yang luar biasa. Selain terkenal dan dicintai rakyatnya, di belakang Jokowi berjejer barisan relawan yang seabrek jumlahnya dan sangat setia. Mereka masih menanti, sendiko pandhito ratu yang akan membawa kapal besar relawan untuk berlabuh. Ketika titah diturunkan, barisan relawan akan bertarung mati-matian di medan perang untuk memenangkan siapapun yang jadi pilihan.

Maka tak heran, banyak elit politik kita yang caper sama Jokowi akhir-akhir ini. Mereka selalu nempel ketat sang presiden, baik saat santai maupun ketika melaksanakan kegiatan sehari-hari. Tengok saja, betapa elit politik kita bangga saat memposting foto atau video ketika sedang bersama Jokowi.

Tapi sepertinya, Jokowi sudah menemukan pilihan. Pada siapa dukungan akan diberikan. Sinyal itu ia munculkan, saat menghadiri Rakernas Projo di Magelang.

"Soal urusan politik, ojo kesusu. Jangan tergesa-gesa. Meskipun, mungkin yang kita dukung ada di sini," begitu kata Jokowi.

Meski tak menyebut nama, namun Jokowi sudah memastikan dukungannya pada orang 'yang ada di sini'. Tak lain dan tak bukan dialah Ganjar Pranowo. 

Ganjar satu-satunya elit yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat Capres 2024 yang hadir saat acara Projo. Apalagi saat Jokowi mengeluarkan statemen itu, ribuan relawan Projo kompak memekikkan nama Ganjar Pranowo.

Usai Jokowi mengeluarkan statemen itu, peta politik nasional langsung terguncang. Yang paling keras guncangannya ya PDIP. Sejumlah tokoh partai banteng moncong putih itu langsung bereaksi.

Banyak info beredar, elit politik PDIP marah dengan statemen Jokowi. Seolah kebakaran jenggot, beberapa diantara mereka muncul dengan pernyataan-pernyataan yang bikin geli. Bahkan kemarahan elit PDIP sampai mengarah ke persoalan pribadi. Saat adik Jokowi menikah, elit PDIP tak hadir dalam acara itu. Padahal, kemungkinan besar dan hampir pasti mereka diundang lho.

Wajar sih kalau PDIP sampai begitu. Mereka marah sama Jokowi, karena dianggap mbalelo dengan instruksi. Sebagai kader PDIP, Jokowi seharusnya tegak lurus dan membawa kapal besar relawannya untuk memenangkan Puan Maharani. Sang tuan puteri yang sejak lama disiapkan sejumlah elit PDIP sebagai pengganti Jokowi. Bukan malah ke Ganjar Pranowo.

Tapi, tentu saja Jokowi realistis. Puan bukanlah calon andalan. Berkali-kali survey, namanya tetap tenggelam.

Apalagi isu yang beredar, Puan hanya disiapkan sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Lha kalau skema itu terjadi, pondasi pembangunan Jokowi bisa berantakan. Program kerjanya tak berkelanjutan. Bagaimanapun, Prabowo adalah lawan yang dua kali ia kalahkan. Meski sekarang jadi Menhan, kita tak tahu apakah ia masih menyimpan dendam.

Tenang, kan wapresnya Mbak Puan. Pasti ia akan mengawal program kerja Jokowi yang belum tuntas.

Tapi kan cuma wapres, bukan pemimpin tertinggi. Sejarah sudah membuktikan, wapres tak begitu diperhitungkan. Dalam setiap pengambilan kebijakan, ya tetap presiden yang punya wewenang. Sekuat apapun Puan berjuang, kalau presidennya nggak setuju. Ya muspro.

Makanya Jokowi mengambil langkah yang cukup berani. Ia mantap pilih Ganjar, karena hanya dia satu-satunya harapan. Elektabilitasnya tinggi, popularitasnya juga tak terbantahkan lagi.

Apalagi, Ganjar juga teman dekat Jokowi. Keduanya sudah kenal dekat dan saling memahami. Gaya kepemimpinanya hampir sama, dengan visi dan misi yang tak jauh beda. Sama-sama merakyat, sama-sama berpengalaman di bidang birokrasi.

Jokowi yakin, di tangan Ganjar negeri ini akan semakin maju. Program kerjanya yang belum tuntas, pasti dilanjutkan sampai selesai oleh pria berambut putih itu. Jokowi tak mau gambling, dengan mendukung Puan hanya demi menyenangkan segelintir orang.

Ya walaupun kita tahu, ini pilihan berat bagi Jokowi. Ia akan dimusuhi, oleh elit partainya sendiri. Dan sepertinya itu sudah terjadi.

Tapi Jokowi tetaplah Jokowi. Pria pendiam yang punya magis tersembunyi.

Kalaulah ia didepak dari PDIP, ia masih punya kemampuan untuk meyakinkan partai lain dalam memuluskan rencana besarnya. Menjadikan Ganjar sebagai seorang kepala negara.

Sumber : kompasiana.com/pujakusuma.
Reporter : SHT
Editor Redaksi