Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : Mencetak Generasi Mandul?


Opini Kabarposnews.co.id Beberapa waktu lalu, ngobrol sama temen. Tentang dunia pendidikan. Lama banget. Saking asyiknya baru berhenti setelah adzan berkumandang. 

Saat ini telah terjadi fenomena yang amat memprihatinkan. Sayangnya, fenomena ini tidak diperhatikan. Bahkan cenderung latah dan diikuti. Apa itu? 

Yakni anak-anak pintar disekolahkan oleh orang tuanya ke lembaga pendidikan eksklusif. Lembaga pendidikan yang menitikberatkan aspek-aspek religius. 

Ekspektasi orang tuanya adalah anaknya kelak jadi anak saleh. Lalu mendoakan dirinya bila sudah meninggal dunia. Tak peduli talenta anaknya akhirnya mandul. Bahkan mati. 

Allah sudah menganugerahkan manusia dengan kemampuan berpikir yang amat dahsyat. Zaman keemasan Islam diwarnai oleh penemuan yang maha luar biasa. 

Ilmu kedokteran, falak, astronomi, pertanian, penerbangan, sastra dan beragam penemuan lainnya berhasil dikuasai oleh ilmuwan-ilmuwan muslim. Karena mereka tekun belajar dan rajin meneliti. 

Kemunduran dunia Islam berawal dari keengganan belajar. Malas meneliti. Dan politik adu domba oleh negara-negara besar yang tak ingin orang Islam menjadi tenar karena ilmunya. 

Pernah menyaksikan pemaparan seorang ilmuwan muslim. Dia membeberkan strategi pelemahan orang Islam itu. Salah satu penjelasan beliau adalah masifnya berdiri lembaga pendidikan eksklusif. 

Generasi muda Islam dibujuk agar masuk ke lembaga itu. Orang tuanya diundang pengajian yang sarat dengan ajakan agar anak-anaknya masuk ke lembaga tersebut. Dan berhasil.... 

Jika anak-anak Islam yang super cerdas dan kreatif masuk ke lembaga pendidikan eksklusif, tentu mereka mudah didikte dengan kurikulum sesuai seleranya. Karena gurunya sudah berhasil dicuci otaknya pula. 

Kini, negara-negara besar itu makin leluasa menguasai teknologi. Tidak lagi ada pesaingnya. Eksperimen terus dilakukan di segala aspek teknologi. 

Inilah politik barat yang ingin menguasai negara-negara yang mayoritas Islam. Karena negara-negara yang mayoritas Islam kaya raya dengan sumber daya alam, tetapi mereka tak memiliki teknologi. 

Generasi Islam itu harus cerdas, pintar, dan menguasai segala jenis teknologi. Mereka harus membangun negaranya agar bisa mandiri dan maju. Maka, generasi Islam harus disekolahkan ke lembaga inklusif alias terbuka. 

Otak anak itu ibarat kaset atau flashdisk baru. Memiliki daya rekam yang sangat kuat. Oleh karena itu, kekuatan daya rekam itu harus dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan. Bukan malah dibuang.... 

Orang tua harus menyadari kondisi ini. Jangan latah alias ikut-ikutan. Anak-anak harus diberikan kesempatan seluas-luasnya agar otaknya berkembang maksimal. Sebagaimana pesan Imam Ali, "Didiklah anakmu sesuai zamannya."

Catatan:
Teknologi transportasi udara berkembang lagi. Manusia bisa terbang bukan lagi mimpi. Sebaik-baik manusia bukanlah mereka yang hafal kitab suci, melainkan mereka yang bisa memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya manusia lainnya.
.

SUMBER : Johan Wahyudi
Reporter : SIH
Editor Redaksi