Ticker

6/recent/ticker-posts

Aliansi Pemerhati Papua Bangkit Demo diKemendagri, Tuntut "Lanjutkan Otonomi Khusus Dan DOB Untuk Kesejahteraan Masyarakat Papua"



JAKARTA - KABARPOSNEWS.CO.ID Aksi Unjuk Rasa dari Pemerhati Rakyat Papua yang di Gelar di Kementrian Dalam Negeri di Pintu belakang Kemendagri, Jl. Veteran Raya , Gambir Jakarta Pusat, Senin (13 Juni 2022 )

Demo aksi dari Aliansi Pemerhati Papua Bangkit sebanyak  50 orang pimpinan HRM dan RV dengan Tuntutan Sahkan DOB dan Otsus Jilid II untuk Sejahterakan Rakyat Papua
Tuntutan para demonstran

1. Mendukung sepenuhnya Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. 

2. Dengan DOB, rentang kendali Pemerintahan akan semakin dekat dalam melayani kebutuhan masyarakat. 

3. Dengan pelayanan yang semakin baik rakyat Papua semakin meningkat kesejahteranya yang Salah satu solusi menciptakan kesejahteraan yang merata adalah Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB). 

4. Kita dukung sepenuhnya pembenntukan DOB sebagai Implementasikan Otsus Papua Jilid II.

5. Dengan dukungan terhadap DOB, maka kita juga menjaga Wibawa Pemerintah dan DPR-RI, sebagai representasi/ perwakilan rakyat Papua. Oleh karenanya maka Daerah Otonomi Baru (DOB) harus segera diputuskan dan ditetapkan melalui UU. 

6. Rakyat Papua jangan mau diprovokasi dan diadu domba pihak-pihak yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan 
isi Spanduk pada acara Demontrasi Damai tersebut adalah :  

1. Lanjutkan Otonomi khusus untuk kesejahtraan Masyarakat Papua.

2. Mendesak Pemerintah Pusat untuk mempercepat Realisasi Pemekaran DOB di Papua.

Orasi - orasi yang disampaikan Para Demonstran sebagai berikut ,
1. Aksi Penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua adalah Skenario dari Kelompok Papua Merdeka dan didukung Elit Lokal Papua dan , Kelompok ini ingin menggagalkan DOB Provinsi yang mereka sedang ajukan Uji Materi di Mahkamah Konstitusi RI. 

2. Fakta sebenarnya jumlah mereka yang menolak OTSUS maupun DOB Sebenarnya sangat sedikit dibandingkan yang menerima dan mendukung. Bahkan elit di Papua mengatakan bahwa, rakyat Papua tidak siap menjadi pemimpin daerah dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) hanya akan menjadi berantakan.

EDITOR REDAKSI
REPORTER : RDS/SIM