Ticker

6/recent/ticker-posts

BOROBUDUR



Kabarposnews.co.id mari kita lanjutkan kisi-kisi semalam yang tertinggal karena lapar....

seperti yang sudah disampaikan kemarin bahwa untuk membahas Borobudur, terkait kenaikan harga tiket ke puncaknya, kita harus memahami 2 faktor yang terkait dengannya.

1. TEMPAT IBADAH UMAT BUDDHA
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencanangkan Candi Borobudur sebagai tempat ibadah ummat Buddha sedunia. Dan sebenarnya sejak dulu Candi Borobudur adalah tempat ibadah ummat Buddha.

Hal ini yang selama ini disalahpahami oleh masyarakat sehingga Borobudur "hanya" dianggap sebagai tempat rekreasi. Hal ini yang menyebabkan tanpa sadar banyak orang kemudian nangkring seenaknya di stupa maupun patung yang ada di sana. Padahal, sebagai tempat ibadah, Candi yang dibangun oleh Wangsa Syailendra ini harus dijaga kesakralannya sebagai mana tempat ibadah ummat agama lain. 

2. SITUS WARISAN BUDAYA YANG DIAKUI UNESCO

Borobudur yang berada di Magelang itu sejak tahun 1991 ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan budaya dunia. Candi yang dibangun pada abad ke-8 dan 9 ini oleh Dinasti Syilendra dianggap memenuhi nilai universal yang luar biasa oleh UNESCO. kalau Candi Hambalang diakui oleh UKNOWWHO.

Sebagai situs yang diakui UNESCO, maka keberadaan Candi Borobudur harus dijaga keotentikannya. Apabila tidak dapat dijaga, maka bisa saja Borobudur mendapat warning dari UNESCO sebagaimana situs Machu Picchu atau bahkan dihapus dari daftar oleh UNESCO.

Pada tahun 2011, UNESCO pernah menancam akan mencoret Borobudur dari daftar karena dianggap sangat kotor dan tidak terawat. Hal ini dikarenakan sampah pengunjung yang berserakan dan juga bau pesing yang sangat menyegat. Beberapa situs warisna budaya juga mengalami ancaman yang sama seperti misalnya Machu Picchu dikarenakan lonjakan turis yang tidak terkendali.

****

Dari dua hal tersebut dapat dipahami mengapa tiket untuk naik ke Borobudur kini dinaikkan menjadi 750.000 meski masih menjadi perdebatan apakah harga tersebut terlalu mahal atau tidak. Jika tujuannya untuk menjaga kelestarian Borobudur, hal itu tentu bisa diterima. Bisa dibayangkan untuk memelihara bangunan semegah itu tentu membutuhkan dana yang banyak. wong memelihara rumah sepetak aja bisa bikin pening kalau bocor sana-sini.

Ummat Buddha dengan begitu bisa lebih khusyuk beribadat di Borobudur karena tidak terganggu dengan lalu lalang ataupun aroma pesing yang tiba-tiba terbawa angin.

Tapi, kenapa tiketnya harus semahal itu?

kalau menurut gw sih, sesuatu yang bernilai tinggi harus dihargai mahal agar orang benar-benar menghargainya. Simpelnya kayak gini aja lah....iphone sama vivo mana yang bakal lebih lu jaga dan rawat?

Selama ini dikasih harga murah tapi diajak untuk menjaga kebersihannya aja sulit meski sudah ada peraturan yang ditulis segede gaban. Dikasih tahu dilarang naik-naik ke stupa, ya tetap aja nangkring. kalau diberlakukan denda, paling ngotot trus dijadiin konten bego.

Tapi kan dengan kenaikan harga tiket akan terdampak terhadap pedagang-pedagang yang ada di sekitar Candi.....

ya semua pasti ada risikonya. Tapi yang perlu diprioritaskan adalah kelestarian Borobudur itu sendiri. Lagi pula pengunjung masih boleh kok rekreasi di pelatarannya.

Jadi mari kembalikan mindset kita bahwa Candi Borobudur itu adalah tempat ibadah yang harus dihormati dan juga warisan budaya yang harus dijaga.

Sumber : Gunandi
Reporter : SHT
Editor : Redaksi