Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : KEMBALI KEPADA KEJAYAAN NUSANTARA!



Opini Kabarposnews.co.id Ukuran keimanan seseorang diukur dari cintanya kepada tanah air. Sebagai manusia yang terlahir di Nusantara, selayaknya ada komitmen membangun Nusantara tetap berjaya. Orang yang menolak, adalah orang Nusantara yang terpengaruh orang yang punya kepentingan mencari keuntungan dari Nusantara. Sebagai wujud kebanggaan, selayaknya terikat dengan budaya sendiri. Dan mempersilahkan budaya lain kembali ke asalnya. Tidak dalam rangka membenci, akan tetapi agar masing2 individu mencintai dan mengabdi kepada tanah airnya.

Apakah cara ini menyalahi aturan? Justru cara itu mengikuti PBB dalam upaya mempertahankan perdamaian dunia. Manusia diturunkan dibelahan bumi yang berbeda2 tatanan dan budaya, agar mereka beradaptasi dan taat dengan hukum yang berlaku di wilayah masing2. Semua tatanan yang telah menjadi kesepakatan dan diundangkan, diciptakan oleh para leluhur sebagai hukum alam atau hukum Tuhan. Hukum itu disahkan menjadi kebenaran di suatu negara, disepakati, ditaati dan dijalankan. Haram hukumnya dipaksakan bagi masyarakat di negara lain.

Semua tata aturan hidup berasal dari Tuhan. Tidak ada kesepakatan, meski dibuat manusia yang tidak berasal dari Tuhan. Maka jika ada pendapat bahwa agama tertentu berasal dari Tuhan dan agama yang lain tidak, adalah bentuk pengingkaran. Tuhan Maha Adil, tidak berpihak. Tuhan berpihak kepada keadilan. Semua yang tergelar ada dalam pengawasan dan diliputiNya. Semua baik dan mengandung kebenaran. Hanya persepsi manusia yang menilai "baik" ataupun "buruk". Bahkan sampah atau bangkai, bermanfaat bagi kehidupan. 

Manusia yang terbawa oleh sebuah pemikiran akan suatu pernyataan, bahwa ideologi ini baik, sedangkan yang lain jahat adalah propaganda. Agama ini dari Tuhan, sedangkan yang itu bukan, sejatinya ia belum kenal Tuhan. Tuhan Maha Segalanya, maka segalanya adalah Tuhan. Lalu bagaimana kita terpengaruh propaganda untuk ikut membenarkan dan ikut menyalahkan. Bukankah kebenaran itu milik orang yang bersepakat saja. Sedangkan orang yang tidak bersepakat boleh membuat kebenaran tersendiri. Karena itu, Ideologi Pancasila tidak pernah menerima ideologi negara lain bercokol di negeri ini. Bagi mereka kebenaran mereka.

Bangsa ini telah termakan propaganda kebenaran yang dikemas indah dengan bahasa Tuhan. Pada hal masing2 kesepakatan tiap negara juga membawa Tuhan masing2. Tuhan sedang dipertentangkan bahkan diperjualbelikan. Tidak percaya diri dengan Tuhannya sendiri. Pada hal Tuhan yang diyakini masing2 itu akur adanya. Manusia termakan oleh kemasan dan penampakan. Akhirnya gajah dipelupuk mata tidak tampak, sedangkan kuman diseberang lautan tampak. Tuhannya sendiri diabaikan, sebab sibuk menyembah Tuhan orang lain. 

Nusantara tercampakkan, tertipu oleh keindahan ilusi..

Rahayu Kamulyaning Jagad

.
Sumber : Sigit Rahardjo
Reporter : SHT
Editor Redaksi