Ticker

6/recent/ticker-posts

OPINI : P A N C A S I L A


Opini Kabarposnews.co.id Sejarah lahirnya Pancasila tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekarno, dibawah pohon Sukun, di sebuah daerah bernama Ende, Soekarno pertama kali merenung dan merumuskan Pancasila.

Keindahan Danau Kelimutu, Pantai Batu Biru, atau keunikan budaya tenun Zawo bisa didapatkan di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain keindahan alam dan keunikan budaya, Ende juga memiliki sejarah menarik terkait perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa di Ende Soekarno pernah diasingkan oleh Belanda pada tahun 1934-1939, pengasingan yang justru membuat Soekarno menelurkan gagasan mengenai Pancasila.

Saat diasingkan, Soekarno menempati rumah milik Abdullah Ambuwawu, di Jalan Perwira, Ende Utara.

Di sekitar lokasi, terdapat sebuah taman, di taman inilah Soekarno mulai menggagas butir-butir Pancasila. 

Butir-butir ini yang nantinya diusulkan oleh Soekarno pada Sidang Pertama BPUPKI. 

Saat merumuskan falsafah negara Indonesia bersama Mohammad Hatta, Soepomo, Mohammad Yamin, dan KH Abdul Wachid Hasyim.
Butir-butir itu disebut oleh Soekarno dengan nama Pancasila. Pancasila versi pertama memuat lima asas yang berisi:
1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme, atau Peri-kemanusiaan
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial 
5. Ketuhanan 

Bukan hanya di hadapan BPUPKI, Soekarno juga menyampaikan Pancasila di depan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1956.
Pidato Soekarno mengenai Pancasila mendapatkan sambutan yang meriah dari anggota Kongres Amerika Serikat.

Tahun 1960, Soekarno kembali menyampaikan Pancasila kepada dunia, sekali ini dihadapan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bagi Soekarno, Pancasila adalah kumpulan nilai-nilai luhur milik bangsa Indonesia. Namun, meski lahir dari bumi Indonesia, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila dapat diterima secara universal.

Universal dalam arti sesungguhnya milik seluruh anak bangsa Indonesia.

Soekarno menyatakan:
"Aku tidak mengatakan bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanya menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir yang indah."
Sambil memandang ke arah laut Ende yang indah, Soekarno merumuskan Pancasila. Gagasannya melangkah jauh melintasi generasi.

Dari Ende kemudian didengungkanlah Pancasila kepada dunia. Dunia menerimanya sebagai kumpulan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia.

Bagi bangsa ini, Ende, Soekarno dan Pancasila bukan sekadar jejak-jejak sejarah yang a-historis.

Maka sebagai generasi penerus, kita punya tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dengan cara mengamalkan nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam Pancasila.

Soekarno menyatakan:
"Aku tidak mengatakan bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanya menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir yang indah."
Sambil memandang ke arah laut Ende yang indah, Soekarno merumuskan Pancasila. Gagasannya melangkah jauh melintasi generasi.

Dari Ende kemudian didengungkanlah Pancasila kepada dunia. Dunia menerimanya sebagai kumpulan nilai-nilai luhur asli bangsa Indonesia.

Bagi bangsa ini, Ende, Soekarno dan Pancasila bukan sekadar jejak-jejak sejarah yang a-historis.

Maka sebagai generasi penerus, kita punya tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dengan cara mengamalkan nilai-nilai luhur yang terdapat di dalam Pancasila.

Seperti kata Soekarno:
"Kita tidak boleh berhenti bekerja untuk menghadirkan Pancasila."
Tidak ada doktrin lain, pun tidak ada paham dan ideologi lain untuk anak bangsa Indonesia selain Pancasila.

SELAMAT  HARI LAHIR PANCASILA
1 JUNI 2022
-
Sumber : Gunadi
Reporter : SHT
Editor Redaksi
Opini