Ticker

6/recent/ticker-posts

Yayasan Cahaya Al - Anshor Citeureup Butuh Perhatian Pemerintah

Bogor, kabarposnews.co.id - Yayasan Cahaya Al - Anshor adalah sebuah Pondok pesantren tuna netra, yatim, dhuafa, dan Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) yang berada di desa Pasir Mukti, Kecamatan Citeureup,  Kabupaten Bogor, yayasan ini butuh perhatian dari pemerintah. 

Sebelumnya masyarakat mengenal yayasan Cahaya Al - Anshor adalah sekolah kuburan, karena kegiatan belajar mengajarnya dilakukan dikuburan karena tidak memiliki gedung. 

Perjalan historis berdirinya Yayasan Cahaya Al - Anshor bermula dari pendiri yayasan ini H. Dedi Supriyadi banyak melihat anak usia 9 tahun putus sekolah karena faktor ekonomi sehingga terpaksa harus bekerja mencari uang untuk membantu orangtuanya jadi kuli panggul dipasar, dimana diusia tersebut anak wajib belajar. 

Melihat hal itu Dedi Supriyadi pun tak berdiam diri, ia langsung melakukan pendekatan dengan orangtua mereka dan membuka sekolah terbuka agar anak-anak tersebut mendapatkan hak wajib belajar.Agar legalitas sekolah mereka formal, maka Dedi Supriyadi menjalin kerjasama dengan dinas pendidikan. 

Tak sampai disitu, Dedi Supriyadi juga melakukan pendekatan dengan pihak ketiga yang memberikan keterampilan kepada anak-anak tersebut agar mereka punya penghasilan yang bisa dibagikan kepada orangtuanya sehingga tidak lagi berkeliaran dipasar. 

Diakui Dedi Supriyadi sejak yayasan Cahaya Al - Anshor didirikan sampai saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah baik pemerintah desa, Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten dan dinas sosial.

Kami pun sudah lama mengajukan proposal permohonan bantuan ke Basnas namun, sampai saat ini belum  direalisasikan.

"Alhamdulilah, hari ini Rabu tanggal 15 Juni teman-teman dari media memberikan bantuan kepada kami berupa bahan material keramik 50 dus dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah, bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami."Semoga Allah SWT membalasnya," ucap Dedi. 

"Dan saya berharap pemerintah Kabupaten Bogor bisa membantu kami, yayasan kami tidak ada donatur tetap, untuk makan sehari-hari santri kami hanya mengharapkan donatur yang terketuk hatinya.Santri kami semua berasal dari Kabupaten Bogor," tutupnya. 

(Rossa).
Editor Redaksi