Ticker

6/recent/ticker-posts

Peringatan Paskah di Gereja Toraja Ditandai Lomba Baca Al Kitab Berbahasa Toraja



Kabarposnews.co.id,Depok-
Rangkaian kegiatan digelar Gereja Toraja Depok dalam menyambut perayaan Hari Paskah tahun 2022 Minggu (17/04/2022).

Kegiatan yakni pembagian sembako kepada para tukang becak  sebanyak 70 paket dan pembagian takjil dan nasi kotak kepada warga yang melewati Jalan Pemuda, Kelurahan Depok,Kota Depok.

Ketua Panitia Paskah Yusup Pongsapan kepada wartawan mengatakan, untuk pertama kali minggu ini Kebaktian Paskah  diikuti banyak jemaat tidak kurang  250 orang karena  biasanya selama ini mereka mengikuti ibadah secara on-line.

"Ya karena Covid 19 trend menurun dan diperbolehkan oleh petugas untuk.elaksanaka. Ibadah secara of fine sehingga kira-kira sekitar 250 ikuti kebaktian Paskah kali ini."terang Yusup.


Ia menambahkan, satgas  sudah mengizinkan untuk lebih banyak orang hadir di gereja  sehingga ini menjadi sukacita bagi warga jemaat.

"Semoga makna  kebangkitan Yesus Kristus  itu membawa keselamatan untuk kita  semua dan sesama segenap umat manusia."imbuhnya.

Menyinggung  kegiatan selama menyambut Paskah tahun 2022 ini, Yusup  menyebutkan, ada  beberapa kegiatan seperti  membaca Al Kitab Berbahasa Minahasa,lomba menyanyi rohani, membuat karikatur. Selain itu juga ada kegiatan membagi bagikan sembako kepada masyarakat di sekitar gereja di sini.

Berupa gula pasir 2kg ,terigu 2 kilo  serta beras 5 kilo,minyak goreng dan mentega, pihaknya  siapkan sekitar mungkin 70-an paket.

Panitia juga memberbagi  makanan untuk berbuka  takjil dan  nasi kotak buat warga sekitar.

Yusuf mengakui  banyaknya jemaat yang mengikuti Kebaktian Paskah, karena mereka sangat kangen karena  sudah 2 tahun tidak pernah ketemu, selama ini kan mereka ibadahnya livestreaming.

" Jadi untuk kali pertama  kita beribadat dalam jumlah  agak banyak." Jelas Yusup.

Ia juga menerangkan untuk kali ini tidak diselenggarakannya kegiatan telur Paskah, karena selain dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan anak anak.

Menyinggung  adanya sebuah hasil survey  yang  myebutkan  Kota Depok sebagai Kota Intoleransi, Yusup Pongasapan  mengatakan tidak setuju.

"Saya sendiri tidak tahu indikator dan  variabelnya apa? Meskipun dirinya  tidak tinggal  Depok
Akan tetapi artinya selama gereja ini ada yang gak ada gangguan.

" Saya tidak memahami betul apa saja variabelnya apakah dari sisi kebijakan apa dari sisi hubungan masyarakat tapi kalau kita dengan masyarakat di sini baik-baik saja ini di belakang kan juga Sekolah Islam  dan kita saling kerjasama biasa mereka pakai parkiran kita kalau acara dan kita juga pakai fasilitas mereka."paparnya.

"Intinya kita tetap menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitarnya ya hubungan kita ya baik-baik aja sih dengan masyarakat sekitar." pungkasnya.
wismo
Editor Redaksi