Ticker

6/recent/ticker-posts

Imam Budi Hartonno : Atlet Distabilitas Depok Perlu Kesejahteraan


Depok.Kabarposnews.co.id.Pemerintah Kota Depok,tidak dapat berdiri sendiri dalam pengem
bangan  olahraga  Paralimpyc (distabilitas) di Depok.
Pemerintahan harus di dukung stake holder  semua pihak, atlit distabilitas yang berprestasi  tentunya juga menjadi  kebanggaan Kota Depok dan menjadi kebanggaan kita semua. Imam Budi Hartono  (IBH), mengungkapkan hal itu dalam acara Musyawarah Olahraga Kota- Musorkot ke-3 
Minggu ( 20/12/2020) di Hotel Bumi Wiyata Depok.

 Imam yang  hadir  sebagai pembina NPCI (National Paralympic Committe Indonesia) Jawa Barat, Mengatakan,
atlet distabilitas yang berprestasi untuk kemajuan  olahraga distabilitas Depok  menjadi sangat penting.Prestasi atlet menjadi kebanggaan warga Depok, atlet perlu kesejahteraan.


Diakui banyak sekali teman-teman Pemerintahan yang belum tahu  apa itu NPCI. namun kini NPCI telah terpisah dari KONI.Sejak 2016 di Jawa Barat NPCI lebih dikenal lagi di kalangan Pemerintah dan ternyata prestasinya tidak kalah dengan atlet-atlet KONI,ujarnya.
Kembali dikisahkan nya,saya membawa NPCI mulai dari peristiwa Pekan Paralympic Nasional ( PEPARNAS ) di Riau, karena waktu itu teman-teman NPCI nggak bisa berangkat gara-gara nggak punya anggaran di Jawa Barat.Saya bawa ke Kang Aher dan alhamdulillah berang, dan pada waktu itu NPCI Jawa Barat menduduki rangking kedua setelah Jawa Tengah. Tahun 2016,Jawa Barat mencapai prestasi juara umum di Peparnas,sejak itu pula ya, saya sebagai pembinaNPCI Jawa Barat menjadi  orang yang selalu dibawa oleh NPCI Nasional ke mana pun ada kegiatan. Pertandingan yang bersifat nasional, maupun yang bersifat internasional.


IBH menambahkan,kita buktikan kepada KONI bahwa NPCI akan bisa bersaing dengan KONI di kota Depok.Di Singapura terakhir ya alhamdulillah, cukupmembanggakan.Hal prestasinya Indonesia  di acara Asian Games peringkat ke-18. Alhamdulillah, untuk Nasional peringkat ke-8,adi teman-Imam Budi Hartono : Atlet Perlu Kesejahteraan


Lentera Indonesia.Depok : Kami yakin bahwa Pemerintahan Kota Depok,tidak bisa berdiri sendiri.Pemerintahan harus di dukung oleh semua pihak, kebanggaan Kota Depok akan menjadi kebanggaan kita semua. Demikian ungkap Imam Budi Hartono ( IBH), Minggu (20/12/2020).

Imam Budi Hartono ( IBH ) hadir sebagai pembina NPCI (National Paralympic Committe Indonesia ) Jawa Barat, dalam acara Musyawarah Olah Raga Kota ( MUSORKOT ) III - Tahun 2020.Acara di gelar bertempat, Balairung Dwijosoewojo, Hotel Bumi Wiyata jalan Margonda Raya.

Kembali IBH dalam sambutannya mengatakan,doa-doa para atlet disabilitas, untuk kemajuan dan kesejahteraan Kota Depok adalah hal yang sangat penting.Prestasi atlet menjadi kebanggaan warga Depok, atlet perlu kesejahteraan.

Apa itu NPCI, banyak sekali teman-teman Pemerintahan yang belum tahu.Terkait  olahraga adalah  KONI,namun kini NPCI telah terpisah dari KONI.Sejak 2016 di Jawa Barat NPCI lebih dikenal lagi di kalangan Pemerintah dan ternyata prestasinya tidak kalah dengan atlet-atlet KONI,ujarnya.

Kembali dikisahkan nya,saya membawa NPCI mulai dari peristiwa Pekan Paralympic Nasional ( PEPARNAS ) di Riau, karena waktu itu teman-teman NPCI nggak bisa berangkat gara-gara nggak punya anggaran di Jawa Barat.

Saya bawa ke Kang Aher dan alhamdulillah berangkat dan pada waktu itu NPCI Jawa Barat menduduki rangking kedua setelah Jawa Tengah.

 Tahun 2016,Jawa Barat mencapai prestasi juara umum di Peparnas,sejak itu pula ya, saya sebagai pembinaNPCI Jawa Barat menjadi  orang yang selalu dibawa oleh NPCI Nasional ke mana pun ada kegiatan. Pertandingan yang bersifat nasional, maupun yang bersifat internasional.

IBH menambahkan,kita buktikan kepada KONI bahwa NPCI akan bisa bersaing dengan KONI di kota Depok.

Di Singapura terakhir ya alhamdulillah, cukup membanggakan.
Hal prestasinya Indonesia  di acara Asian Games peringkat ke-18. Alhamdulillah, untuk Nasional peringkat ke-8, jadi teman-teman NPCI   khawatir,prestasi kita ini nampaknya lebih baik  ketimbang teman-teman dari KONI,tandasnya.(wis).
Editor : Redaksi