Ticker

6/recent/ticker-posts

Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Pengungsi Rohingya, Pemko Lhokseumawe Kembali Gandeng IOM

Satgas Covid 19, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dan BPBD Kota Lhokseumawe Kembali menggandeng IOM sebagai kordinator Cluster Bidang Kesehatan penanganan pengungsi Rohingya dalam melaksanakan rangkaian dukungan layanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya

KABARPOSNEWS.CO.ID I LHOKSEUMAWE- Satgas Covid 19, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe dan BPBD Kota Lhokseumawe Kembali menggandeng IOM sebagai kordinator Cluster Bidang Kesehatan penanganan pengungsi Rohingya dalam melaksanakan rangkaian dukungan layanan kesehatan bagi pengungsi Rohingya, dalam bentuk kegiatan Rapid Test antibody, Vaksinasi MR (Campak dan Rubella), Pemberian Obat Cacing dan Vaksinasi OPV (Polio).

Ridwan Puteh S.Sos M.S.P Sebagai Koordinator penggerak kerjasama dengan IOM Indonesia kepada Kabarposnesw.co.id mengatakan, "Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali melakukan kerjasama dengan IOM Indonesia melalui perwakilan Aceh yaitu Saudara Fahmi untuk melakukan beberapa kegiatan tindak lanjut dari kegiatan yang pernah kami lakukan pada bulan Oktober 2020 secara periodik bersama IOM di Camp Rohingya," ungkapnya pada Kamis malam (11/02/2021).
"Hal tersebut kita lakukan untuk memastikan perlindungan paripurna atas pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi Rohingya khususnya bidang Kesehatan dan juga sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mendukung pemutusan mata rantai Covid-19 di Kota Lhokseumawe dan di penampungan sementara pengungsi Rohingnya di Gampong Meunasah Mee Kandang," tambanya.

Lanjut nya, setelah seluruh area camp kita bersihkan dan disemprot disinfektan, kita juga melakukan kegiatan Rapid Test anti body sebanyak 62 pengungsi Rohingya, pemberian Obat Cacing sebanyak 110 orang, tes kehamilan pada wanita subur sebagai persyaratan Vaksinasi MR sebanyak 36 orang, serta Vaksinasi MR sebanyak 110 orang yang dilaksanakan pada hari ini juga.

"Rapid Tes ini sebagai kegiatan lanjutan kita lakukan pada bulan Desember 2020 yang lalu kepada pengungsi yang saat itu hasilnya non reaktif, maka untuk memastikan agar mereka yang saat ini belum terindentifikasi terpapar virus corona, maka kami lakukan Rapid Antibodi PCR, Jika dalam rapid yang dilaksanakan pada hari ini ada yang reaktif maka kita akan melakukan isolasi dan dilanjutkan dengan survey land untuk memantau ada tidaknya gejala Covid 19, jika proses surveyland ada gejalanya maka akan kami lakukan swab PCR, ujar Wakabid Kesehatan Satgas Penanganan Covid -19 Kota Lhokseumawe tersebut.

"Rapid Tes ini juga kita lakukan kepada para pengunjung agar di lingkungan Camp pengungsi Rohingnya bisa steril, karena banyak pengunjung yang keluar masuk Camp dan sebagian NGO ada yang seminggu atau sebulan sekali bergantian bertugas di Camp pengungsi Rohingya, baik dari Medan maupun dari Jakarta dan ini bisa berakibat fatal bagi masyarakat yang berada di lingkungan Camp Rohingya, pengungsi Rohingya dan para NGO yang bertugas, apa lagi pada saat ini Pengungsi Rohingya juga sering berinteraksi dengan masyarakat sekitar lokasi Camp." Pungkasnya.

Ketua Satgas Pengungsi Rohingya Drs. H. Ridwan Djalil kepada awak media mengatakan, "Kami telah bekerjasama dengan IOM dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pengungsi Rohingnya sejak kedatangan mereka di Aceh pada bulan Juni 2020 dan Kami sangat mengapreasi dukungan dan Komitmen IOM tersebut," ungkapnya.

Ketua Satgas Pengungsi Rohingya juga menghimbau kepada seluruh NGO lainnya yang terlibat penanganan pengungsi agar bisa mengikuti jejak IOM Indonesia yang selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam penanganan pengungsi Rohingya di Meunasah Mee Kandang. Tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan NGO yang bertugas di pengungsian Rohingya agar selalu memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Disisi lain, Kalaksa BPBD Kota Lhokseumawe yang juga sebagai Sekretaris 2 Satgas Penanganan Covid-19 Kota Lhokseumawe Hanirwansyah, S.T, M.T sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak IOM yang selama ini terus ikut membantu Pemko Lhokseumawe dalam penanganan pengungsi Rohingya, semoga kedepannya terjalin hubungan silaturrahmi yang baik serta kerjasama dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam hal penanganan Covid-19 di Camp pengungsi Rohingya, baik itu Tes Rapit antibodi,  Vaksinasi,  serta edukasi tentang Prokes 5 M dalam hal pemutusan wabah pandemi covid-19 dan lain sebagainya,  tutup Kalaksa

Reporter : M. Zulfan
Editor     : Redaksi