Ticker

6/recent/ticker-posts

IPTEK dan IMTAQ Harus Seimbang Dalam Membentuk Karakter Siswa


KabarPos -- Lembaga pendidikan merupakan tempat yang efektif untuk membentuk karakter melalui penanaman nilai-nilai moral universal bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya. Penanaman nilai ini memiliki banyak bentuk, kegiatan, sikap, pola pikir, dan perilaku yang melibatkan seluruh anggota komunitas sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, karyawan, staf manajemen sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Edi Sukmara, Kepala SMA IT BBS Kota Bogor mengatakan bahwa implementasi pendidikan karakter di sekolah harus utuh dan menyeluruh, melibatkan makin banyak orang, baik di dalam lingkungan sekolah sendiri maupun di luar lingkungan sekolah. Ada banyak wajah yang menjadi ekspresi dari bentuk pendidikan karakter.

Pendidikan karakter yang melahirkan akhlak mulia mesti segera menjadi perhatian bagi semua pihak. Maraknya persoalan moral, kejahatan di dunia maya, tawuran pelajar, dan perundungan yang makin meningkat membuat kita semua perlu bahu membahu bekerja sama dalam membentuk karakter peserta didik. Kata Edi

Pada saat Masa Pandemi Covid 19, proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) dilaksanakan secara daring hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di lingkungan sekola, maka segala aktivitas pembelajaran dilakukan dari rumah tanpa proses tatap muka antara guru dan siswa, Karena selama ini sekolah menjadi salah satu institusi Pendidikan yang berperan Penting dalam mengembangkan Pengetahuan, keterampilan serta Karakter siswa. 

Sejalan dengan tujuan dari Sisdiknas, pendidikan karakter sebagai wahana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan karakter bagi peserta didik. Kita sangat prihatin dengan kondisi dewasa ini dimana persoalan moralitas akibat krisis karakter marak terjadi dikalangan anak-anak dan pelajar. Tawuran antar siswa, bullying, kekerasan terhadap guru dan orang tua, pornografi dan sebagainya seakan menambah deretan panjang persoalan yang kerap menerpa pelajar hari ini. Mencermati fenomena yang ada, sejatinya pelaksanaan pendidikan karakter bagi peserta didik harus tetap menjadi prioritas dalam kondisi bagaimanapun. Kata Edi

Salah satu kunci pendidikan karakter adalah adanya role model individu berkarakter. Di sekolah, yang menjadi role model bagi peserta didik dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter adalah sosok seorang guru. Guru yang berkarakter akan mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai ajaran agama dalam kesehariannya sehingga dapat ditiru oleh peserta didik. Karena pada prinsipnya seorang anak adalah peniru. Peserta didik akan mudah mengembangkan karakternya dengan meniru atau menyaksikan perilaku gurunya. Ucap Edi

Pembiasaan dan contoh teladan yang diberikan guru akan melahirkan peserta didik yang memiliki karakter mulia. Misalnya saja, siswa terbiasa disiplin dengan datang tepat waktu karena melihat guru-gurunya juga selalu hadir tepat waktu. Ketika mengikuti ujian, peserta didik akan berusaha jujur karena menyadari gurunya selalu mengutamakan kejujuran dalam kesehariannya. Demikian juga, mereka akan terbiasa bersikap sopan karena mencontohkan gurunya yang selalu bersikap sopan kepada siapa pun. 

Edi berharap ditengah masa pandemi disaat siswa belajar dengan metode daring, kemudian karakter siswa tetap menjadi utama, untuk itu kami perlu peran serta orang tua saat memantau dan mengawasi siswa saat belajar dirumah. Pungkas Edi Sukmara

Kurniawan
Editor : Redaksi